CEO Agensi Lee Seung Gi Perintahkan Staf Ambil Obat Misterius, Diduga Langgar Undang-undang
Hook Entertainment
Selebriti

CEO Hook Entertainment, Kwon Jin Young dilaporkan suka memerintahkan pegawai agensi untuk mengambil obat-obatan misterius miliknya dalam beberapa tahun terakhir.

WowKeren - Saat ini, CEO Hook Entertainment yakni Kwon Jin Young tengah mendapatkan sorotan karena tingkah lakunya kepada Lee Seung Gi sejak 20 tahun lalu terbongkar. Kini, tindakan misterius dari CEO Kwon diungkapkan oleh SBS News hari ini, Kamis (8/12).

CEO Kwon disebut telah memaksa salah seorang staf agensi untuk mengambil obat selama 2 tahun terakhir mulai Juni 2020 hingga Juni 2022 dan menggunakan kartu kredit perusahaan. Resep-resep ini didapatkan dari rumah sakit universitas di daerah Seoul atau pusat rehabilitasi dekat Bundang, Provinsi Gyeonggi. Staf disebut telah melakukan lebih transaksi dari 30 kali.

Staf agensi yang mendapatkan perintah ini diungkapkan ada 2 orang, salah satunya 'Kim'. Kim mengungkapkan mengunjungi rumah sakit sebulan sekali dan menerima resep terkait penyakit CEO Kwon dari staf medis setelah itu membeli obat-obatan tersebut di apotek menggunakan kartu kredit agensi.

Menurut Undang-Undang Medis Korea Selatan, mendapatkan resep pengganti baru bisa didapatkan jika seorang pasien dalam keadaan tidaksadarkan diri atau ketika mobilitas pasien sulit. Ruang lingkup dari perwakilan yang bisa mengambil obat pun terbatas seperti dari keluarga pasien, pekerja perawat lansia, hingga staf fasilitas masyarakat.

Bukti chat bahwa CEO Kwon Jin Young meminta staf mengambilkan obat-obatan misterius

Sumber: SBS


Kala pandemi Covid-19, ruang lingkup penerima pengganti resep diketahui diperluas termasuk kenalan yang membantu perawatan di bawah keputusan penegakan perawatan medis non-tatap muka yang diberlakukan sementara mulai 24 Februari 2020, dipastikan bahwa Kwon telah menerima resep pengganti dengan menunjuk karyawan perusahaan sebagai wali perawatan.

Pada proses pengambilan obat ini, muncul data internal yang dapat menunjukkan bahwa CEO Kwon menerima obat melalui karyawan yang diklasifikasikan sebagai obat psikotropika dan tidak dapat diresepkan oleh proxy. Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan telah membatasi resep proxy untuk obat psikotropika mulai 2 November 2021. Hal ini karena kekhawatiran tentang penyalahgunaan obat-obatan narkotika.

"CEO, saya menerima resep obat di Rumah Sakit Universitas A pada 20 Desember tahun lalu selama 28 hari. Hari ini adalah hari ke-26, jadi Anda dapat meresepkan obat secara elektronik pada tanggal 17 Senin depan. Sejak tahun ini, intensitas pengaturan resep obat psikotropika telah meningkat, dan sebelum itu, rumah sakit juga tahu bahwa mereka tidak dapat diresepkan secara elektronik. Saya tidak memeriksanya sebelumnya," ungkap Kim yang terlihat pada pesan KakaoTalk dengan CEO Kwon.

Laporan dari Kim di KakaoTalk ini dinilai mungkin telah melanggar Undang-Undang Medis. Selanjutnya, terungkap bahwa kedua rumah sakit yang didatangi oleh CEO Kwon berhubungan dekat dengan Hook Entertainment sejak tahun 2016 mulai dari menyumbangkan ratusan juta won atau menandatangani perjanjian bisnis.

Seorang yang dekat dengan juga melaporkan kepada SBS News bahwa CEO Kwon telah melanggar penggunaan obat psikotropika. CEO Kwon disebut meresepkan tidak hanya proxy namun juga obat tidur dari pihak ketiga.

Seorang pengacara yang dihubungi oleh SBS menyebutkan bahwa, "Jika Anda tidak memenuhi persyaratan untuk resep proxy non-tatap muka, Anda mungkin melanggar Undang-Undang Perawatan Medis, dan jika Anda dengan sengaja melakukan tanda terima proxy, apoteker dapat dihukum karena melanggar Undang-Undang Farmasi. Selanjutnya, apabila obat yang diklasifikasikan sebagai obat psikotropika diresepkan oleh pihak ketiga atas nama pihak ketiga, maka dapat menjadi pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Narkotika kepada yang bersangkutan."

(wk/alfa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait