Fans yang mengunjungi acara menemukan layar interaktif yang tampak seperti poster bergerak. Dengan sapuan jari, fans bisa membuat member menutup mata, mengedipkan mata, dan tersenyum.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Jumat, 10 Februari 2023 - 14:25 WIB
WowKeren - NCT berpartisipasi dalam sebuah pameran untuk para penggemar yang disebut "NCT HOME". Sementara NCTzen (fans NCT) senang bisa mengetahui lebih banyak tentang grup melalui klip wawancara yang ditampilkan, poster yang terinspirasi dari AI menuai reaksi beragam karena dianggap "menyeramkan" dan memicu bahasan tentang cara agensi memperlakukan idol mereka.
Di pameran tersebut, para penggemar yang mengunjungi acara menemukan layar interaktif yang tampak seperti poster bergerak. Dengan sapuan jari mereka, salah satu penggemar membuat Chenle menutup mata, mengedipkan mata, dan tersenyum seolah-olah dia ada di sana.
Di klip lain, seorang penggemar menggunakan sapuan jari mereka untuk menggerakkan kepala Johnny ke arah yang berbeda seolah-olah dia memutarnya sendiri. Meskipun tampaknya tidak mengganggu para penggemar yang hadir, melihat betapa realistisnya versi AI para member rupanya memicu diskusi di kalangan fans internasional.
Mendapatkan dukungan dari sepuluh ribu penggemar, salah satu NCTzen menunjukkan betapa "seramnya" poster interaktif itu, mengingatkan mereka pada seri Netflix, "Black Mirror". Fans menyuarakan betapa "meresahkan", "menakutkan", dan "menyeramkan" melihat wajah para member dimanipulasi sedemikian rupa tanpa kehadiran mereka.
Pengunggah aslinya berbagi proses pemikiran yang sama dengan penggemar lain yang melihat poster tersebut, menunjukkan betapa perusahaan bersedia melakukan apa pun yang mereka inginkan dengan gambar artis mereka. Ada beberapa alasan lain mengapa poster yang terinspirasi dari AI ini membuat para penggemar juga tidak nyaman.
Ini mirip dengan deepfake, yang mengambil wajah orang sungguhan dan menempatkannya pada orang yang berbeda, biasanya tanpa persetujuan orang tersebut. Sementara deepfake digunakan untuk momen-momen lucu, itu juga digunakan secara negatif untuk membuat konten idol wanita yang eksplisit secara seksual.
(wk/dewi)