Saat ini, atensi publik tertuju pada konflik Lee Soo man dengan SM Entertainment yang juga melibatkan Kakao hingga HYBE. Dengan posisi pemegang saham terbesar pada HYBE, muncul kekhawatiran grup kurang populer dibubarkan.
- Intan Maharani
- Selasa, 14 Februari 2023 - 08:46 WIB
WowKeren - Sejak Lee Soo Man berseteru dengan SM Entertainment hingga Kakao dan HYBE masuk ke dalam pusaran konflik, fokus penggemar tertuju pada ujung permasalahan ini. Pasalnya, muncul kekhawatiran bahwa polemik ini berujung pada pembubaran grup yang kurang populer.
Seperti diketahui, HYBE telah mengakuisisi 14,8 persen saham SM Entertainment dari Lee Soo Man sejak 10 Februari lalu. Tak sampai di sana saja, perusahaan multilabel itu sedang mengincar 15 persen saham di SM Entertainment senilai 900 juta USD (sekitar Rp13 triliun).
Kesepakatan itu muncul setelah terjadi perselisihan antara manajemen SM Entertainment dan Lee Soo Man selaku sang pendiri. Sementara Co-CEO Lee Sung Soo dan Tak Young Jun memihak Kakao dan Align Partners, Lee Soo Man merangkul HYBE. Dengan demikian, perhatian semakin banyak tertuju pada perseteruan internal agensi.
Dengan pengumuman bahwa HYBE menjadi pemegang saham terbesar, muncul berbagai diskusi tentang perubahan yang akan terjadi di SM Entertainment. Salah satu obrolan adalah kemungkinan besar tentang menyusutnya ikatan SM dengan Tiongkok.
Selain itu, muncul juga kekhawatiran bahwa HYBE berujung membubarkan grup SM Entertainment. Grup yang terancam disband bisa jadi yang kurang populer atau hanya menghasilkan sedikit profit.
"Kurasa ketika HYBE memperoleh 40 persen seperti yang direncanakan, mereka akan mulai menyingkirkan semua orang tidak berguna," kata salah satu netizen. "Tapi grup mana yang kurang populer di SM?" sahut netizen lain. "Pastia da grup di SM yang tidak menguntungkan," imbuh yang lain.
"Kenapa orang terus membicarakan ini?" komentar seorang netizen. "Aku tidak berpikir HYBE akan punya kekuatan untuk membubarkan orang seperti itu," sambung netizen lain. "Aku tidak berpikir mereka akan bubar, tapi khawatirnya saat kontrak mereka berakhir," ujar lainnya.
Sementara itu, berdasarkan detail konferensi HYBE dinyatakan tidak akan ikut campur dalam mengurus grup SM Entertainment. Hal ini sebagaimana yang selalu diterapkan untuk sub-label mereka seperti BigHit Music, Pledis Entertainment, Source Music, hingga ADOR.
(wk/inta)