CEO SM Lee Sung Soo Klaim Lee Soo Man Berencana Bangun Kasino Pakai Aset Agensi
SM Entertainment
Selebriti

Pada Kamis (16/2), CEO Lee Sung Soo buka suara terkait situasi SM Entertainment saat ini melalui video. Dalam penjelasannya, Lee Soo Man diklaim punya agenda membangun kasino sambil memanfaatkan agensi.

WowKeren - Perseteruan antara Lee Soo Man dan manajemen SM Entertainment agaknya semakin memanas. Apalagi kini, Lee Sung Soo selaku CEO SM menuduh bahwa Lee Soo Man yang juga pamannya berencana memanfaatkan aset agensi untuk mewujudkan rencananya membangun kasino.

Pada Kamis (16/2), Lee Sung Soo membeberkan bagaimana Lee Soo Man mewujudkan keserakahannya di dalam tubuh SM Entertainment. Salah satunya adalah tentang kontrak 70 tahun antara mantan produser dan agensi.

"Bahkan setelah dia berhenti memproduksi, SM harus membayar Lee Soo Man 6 persen dari pendapatan penjualan album artis selama 70 tahun ke depan, serta 3 persen dari pendapatan manajemen selama tiga tahun mulai 2023. Kira-kira itu semua 80 miliar won (sekitar Rp948 juta). Aku sangat malu bertemu dengan karyawan SM, artis, dan semua investor kami," kata Lee Sung Soo.

Lee Sung Soo kemudian mengklaim bahwa Lee Soo Man telah membayangkan pembangunan "SMart Music City" yang menampilkan festival musik, audisi terbuka, kolaborasi kreatif, drone port, dan banyak lagi. Lee Soo Man sendiri disebut berupaya membeli tanah meski sudah ditolak di negara tertentu.


Terkait "SMart Music City", Lee Sung Soo menuduh Lee Soo Man berencana membangun kasino di sana. Padahal jika terwujud, itu sebenarnya punya target konsumen dan pengunjung berusia remaja.

Selain agenda kasino memanfaatkan atraksi agensi, Lee Sung Soo menyoroti kecenderungan Lee Soo Man untuk melegalkan ganja. Seperti diketahui, di Korea penggunaan ganja masih ilegal dan melarang perjudian yang identik dengan aktivitas kasino.

Tuduhan Lee Soo Man kemungkinan punya bisnis asing ilegal disebutkan ketika Lee Sung Soo membahas relasi founder SM itu dengan HYBE. Dalam kontrak Lee Soo Man dengan HYBE berisi peran produser di dalam negeri dibatasi hingga tiga tahun tapi tidak berlaku sama di luar negeri.

"Mengapa kamu membuat klausul untuk produksi luar negeri sama sekali dalam kontrak akuisisi saham? Apakah HYBE setuju, mengetahui kemungkinan bahwa bisnis asing Lee Soo Man (CTP) mungkin ilegal? Atau apakah mereka menandatangani kontrak tanpa mengetahuinya?" ujar Lee Sung Soo.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait