Lee Sung Soo angkat bicara melawan HYBE, mempertanyakan niat label tersebut dalam mengambil alih SM. Ia juga mengumumkan akan mengundurkan diri dari posisi CEO dan direktur terdaftar.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Sabtu, 18 Februari 2023 - 08:57 WIB
WowKeren - Sebelumnya pada 16 Februari, CEO SM Entertainment, Lee Sung Soo, merilis video paparan yang menuduh Lee Soo Man telah salah urus, melakukan penggelapan dana, serta penghindaran pajak. Dalam video baru yang diunggah pada 17 Februari, pria tersebut meragukan cara HYBE memilih untuk masuk ke SM Entertainment dan mengumumkan bahwa dia akan mengundurkan diri dari posisi CEO dan direktur terdaftar.
Dalam video kedua ini, Lee Sung Soo angkat bicara melawan HYBE, mempertanyakan niat label tersebut dalam mengambil alih SM. Ia juga meminta agar Lee Soo Man yang merupakan suami mendiang bibinya, melakukan refleksi diri, berpaling dari cara-caranya yang salah.
Lee Sung Soo menekankan bahwa langkah HYBE untuk mengambil alih saham dari Lee Soo Man, menjadi pemegang saham terbesar SM Entertainment, adalah M&A yang tidak bersahabat. Dia mengutip bahwa HYBE membeli saham dari Lee Soo Man, menjadi pemegang saham terbesar, dan melakukan penawaran tender tanpa konsultasi dengan dewan direksi dan manajemen SM.
Secara khusus, CEO Lee Sung Soo menyoroti bahwa HYBE merekomendasikan 7 direktur terdaftar, termasuk 3 orang dalam HYBE, sebagai kandidat direktur internal SM sebagai proposal pemegang saham melalui Lee Soo Man pada 15 Februari. Daftar 7 orang tersebut dirilis melalui dokumentasi pada 16 Februari terdiri dari staf tingkat kerja.
Tak ada nama ketua HYBE Bang Si Hyuk dan CEO ADOR Min Hee Jin, yang sebelumnya disebutkan sebagai kandidat. Mengenai hal ini, CEO Lee Sung Soo mengatakan, "Mereka dengan bangga mengumumkan bahwa mereka akan menghormati brand dan IP SM dan tidak menyertakan kreator dan produser setingkat direktur dengan pengalaman di industri hiburan", berkebalikan dengan apa yang dilakukan HYBE.
Lee Sung Soo melanjutkan, "SM tidak pernah meminta bantuan dari HYBE. Saat ini, HYBE adalah penyelamat Lee Soo Man dan bukan SM. Tolong hentikan M&A yang sedang berlangsung agar K-pop Korea tidak jatuh ke jalur monopoli."
"Saya harap kalian akan memiliki semangat kompetisi yang baik dengan SM yang baru saja diubah, dan bersama-sama, saya harap kita akan melakukan pekerjaan yang baik dalam memperkenalkan K-Pop ke dunia dan memperluas budaya. Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk menghentikan M&A, yang juga ditentang oleh staf kami," sambungnya.
Sang CEO berjanji akan memberikan upaya terbaiknya untuk menyerahkan SM Entertainment kepada para artis, penggemar, dan pemegang saham. Dia menyimpulkan pernyataan terakhirnya dengan mengatakan, "Di akhir rapat pemegang saham reguler di bulan Maret, saya akan mengundurkan diri dari posisi CEO dan direktur terdaftar, dan saya akan menjabat sebagai karyawan biasa di perusahaan. Jika semua anggota dewan mengizinkan, saya akan kembali ke pekerjaan utama saya di departemen musik, dan bekerja keras untuk SM sekali lagi."
(wk/dewi)