Media Korea Sebut YG Alami Krisis Gegara BLACKPINK dan TREASURE
YG Entertainment
Selebriti

Media Korea Selatan menyebutkan bahwa YG Entertainment saat ini tengah mengalami masa krisis perusahaan karena masalah BLACKPINK dan TREASURE, sosok penyelamat juga dibeberkan.

WowKeren - Selasa (23/2), TV Daily membeberkan jika saat ini YG Entertainment mengalami krisis. BLACKPINK dan TREASURE menjadi alasan utama prediksi tersebut dibebaskan.

Krisis YG ini dimulai dari serangkaian skandal yang dimulai di 2019 lalu. Mulai dari kasus Seungri eks BIG BANG yang membuatnya sampai dipenjara hingga masalah narkoba B.I eks iKON.

Pasar YG dinilai kalah mencapai 2 sampai 2,5 kali lipat dibandingkan SM dan JYP. Sedang, bersama HYBE Labels tidak dapat disandingkan saking besarnya.

BLACKPINK menjadi kunci pasar YG dengan mendapatkan 92% atas penjualan album pada kuarter 3 tahun lalu. Teka-teki kontrak grup berisikan Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa juga belum terjawab. BLACKPINK diketahui hanya memiliki sisa kontrak selama 5 bulan dengan YG saat ini.

Selanjutnya, TREASURE yang dianggap sebagai masa depan YG dirasa kurang berhasil jika dibandingkan grup-grup generasi 4 lain. Mini album "The Second Step: Chapter Two" hanya mendapatkan 400 ribu kopi untuk penjualan minggu pertama.


Penjualan album tersebut turun dibandingkan "The Second Step: Chapter One" yang terjual 540 ribu kopi. Ini memunculkan prediksi Treasure Maker, penggemar TREASURE mulai meninggalkan fandom.

Meski begitu, YG dianggap masih memiliki penyelamat di perusahaan selain BLACKPINK dan TREASURE. G-Dragon yang menjadi satu-satunya anggota BIG BANG yang bertahan di agensi disebut akan menggemparkan ketika comeback solo. Sebelumnya, G-Dragon memastikan akan segera merilis lagu baru.

Walau begitu, G-Dragon sendirian tidak bisa menutupi semua penjualan YG tahun ini. WINNER (II) dan iKON juga akan membantu namun pengaruh dalam penjualan tidak signifikan. Apalagi kini iKON telah meninggalkan YG sehingga penjualan hanya akan didapatkan untuk album lama semata.

Pendiri sekaligus Produser Eksekutif YG Entertainment, Yang Hyun Suk dibeberkan mempertaruhkan hidup mati agensi melalui debut BABYMONSTER mendatang. Ia meyakini BABYMONSTER akan menjadi BLACKPINK kedua. Jika BABYMONSTER tidak mendapatkan hasil luar biasa, YG akan kesulitan mencapai penjualan yang stabil di 2023 ini.

YG dibilang terlalu ketergantungan dari artis satu ke yang lain. Selain itu, cara memperluas bisnis sangat kurang jika dibandingkan HYBE atau SM yang mencoba menaikkan penjualan selain dari bisnis musik. Misal akuisisi agensi atau membuat platform chat perbayar (Weverse dan DearU. Bubble).

Agensi yang terkenal dengan gaya swag ini diharapkan akan mengubah langkah mereka demi masa depan. "Jika mereka terlena dengan gaya bisnis masa lalu seperti sekarang, hanya masalah waktu sebelum mereka tersingkir dari pasar masa depan," tutup TV Daily.

(wk/alfa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait