Channel YouTube EXO tetap mengunggah konten vlog member EXO-CBX. Video terbaru memperlihatkan betapa senangnya Baekhyun syuting iklan bank asal Indonesia.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Senin, 05 Juni 2023 - 15:42 WIB
WowKeren - EXO-CBX kini sedang memiliki konflik dengan agensi mereka, SM Entertainment. Baekhyun, Xiumin dan Chen kompak mengajukan pemutusan kontrak dengan agensi karena tak kunjung mendapat transparasi catatan gaji mereka.
Di tengah konflik ini, channel YouTube EXO tetap mengunggah konten vlog member EXO-CBX. Video yang dirilis pada Minggu (4/6) memperlihatkan betapa senangnya Baekhyun syuting iklan bank asal Indonesia.
Baekhyun tampak kesulitan mengucapkan beberapa kata bahasa Indonesia. Namun pria kelahiran tahun 1992 ini terus bersemangat sepanjang syuting. "Aku berada di lokasi syuting untuk bank di Indonesia!" ujar sang idol.
"Semuanya berjalan dengan cepat. Pertama, aku merasa senang sekali. Pengiklan bank juga datang kemari. Kami juga sudah mengobrol. Beliau sangat ramah dan baik. Aku tidak tahu bagaimana hasilnya," imbuh Baekhyun.
Setelah cukup lama syuting iklan Indonesia, Baekhyun akhirnya menyelesaikan dengan baik. "Syuting hari ini sangat menyenangkan. Syutingnya lebih cepat dari yang kukira. Aku sangat senang," tutur Baekhyun.
Baekhyun juga menambahkan, "Bahkan sutradara dan staf juga, mereka membuatku merasa dengan nyaman. Ini adalah syuting iklan yang smooth. Selama syuting, aku sudah melihat gambaran hasilnya. Aku menantikannya. Aku harap kalian menyukainya."
Baekhyun menutup wawancara dengan mengucapkan, "Aku cinta kamu" dalam bahasa Indonesia. Video sang idol syuting iklan Indonesia ini menuai sorotan karena diunggah di tengah konflik permintaan putus kontrak dari EXO-CBX.
Fans ramai memberikan dukungan kepada EXO. Mereka juga berterima kasih karena Sehun cs selama ini sudah bekerja keras dan bertahan. Banyak juga yang berharap EXO akan mendapatkan hasil terbaik dari konflik putus kontrak ini.
Sementara itu pada Senin (5/6), perwakilan hukum EXO-CBX mengumumkan bahwa mereka mengajukan pengaduan ke Fair Trade Commission pada tanggal 4 Juni melawan SM Entertainment karena "penyalahgunaan posisi tawar yang superior".
(wk/amal)