Pemerintah Korsel Usul BTS Tampil di Jambore Dunia ke-25 Termasuk Jin & J-Hope, Publik Ngamuk
Facebook/bangtan.official
Selebriti

Pemerintah Korea Selatan mengusulkan BTS tampil di Jambore Pramuka Dunia ke-25 sebagai pengisi acara dan mengatasi kerusakan yang ada termasuk member yang saat ini wajib militer.

WowKeren - BTS mendadak terseret permasalahan akibat Jambore Pramuka Dunia ke-25 di Korea Selatan. Pemerintah mengajukan mereka untuk tampil, termasuk Jin dan J-Hope yang sedang wamil.

Pada Selasa (8/8), Sung Il Jong, anggota partai berkuasa yakni eople Power Party meminta BTS untuk tampil di konser Jambore Pramuka Dunia ke-25. Anggota dewan itu bertanya kepada Kementerian Pertahanan Korea apakah mereka mempersiapkan anggota BTS, termasuk mereka yang bertugas di militer, tampil di konser untuk para peserta.

"Kami di People Power Party mengatakan bahwa anggota BTS yang bertugas di militer harus tampil. Apakah kamu membuat persiapan?" kata

Politisi tersebut sebelumnya menulis di postingan Facebook, berbunyi, "Saya meminta Kementerian Pertahanan untuk mengizinkan BTS mengangkat pamor bangsa di Jambore Pramuka Dunia ke-25."

Usulan mengajukan BTS ini direspons oleh pihak kementerian. Juru bicara Kementerian Keamanan dan Pertahanan mengatakan harus membahas bersama HYBE.

"Saya merasa ini adalah sesuatu yang perlu didiskusikan dengan cabang relatif militer serta label selebriti," ungkap jubir Jeon Ha Kyu.


Sebagai tanggapan atas penunjukan BTS, publik memberikan reaksi keras. Fanbase Galeri BTS sebagai perwakilan ARMY juga telah menyuarakan penolakan pada hari yang sama.

"Kami dengan tegas menolak anti-demokrasi yang mendorong BTS ke jurang yang dalam untuk menghidupkan kembali prestise nasional Republik Korea, yang dihancurkan oleh 'insiden Jambore'," kata mereka.

Meski Galeri BTS setuju BTS bisa memberikan pengaruh budaya positif bagi peserta Jambore, namun partisipasi mereka dinilai akan berdampak buruk bagi grup. Apalagi ada dua member yang sedang bertugas di militer dan tidak seharusnya melakukan kegiatan selain itu.

Penggemar BTS menyoroti keinginan Anggota Dewan Sung yang menekan Kementrian Pertahanan yang menyalahi demokrasi dan bertentangan dengan tujuan dan semangat Jambore. Apalagi persiapan konser tidak sesepele itu dan butuh waktu lama untuk mempersiapkan panggung yang memadai.

"Kami dengan jelas menekankan sekali lagi bahwa partisipasi BTS dalam 'Konser Jambore K-pop' sesuai dengan tuntutan paksaan pemerintah adalah kemunduran demokrasi dan 'penyalahgunaan kekuasaan otoritas pemerintah," tutup Galeri BTS.

Sementara itu, Jambore Pramuka Dunia ke-25 yang diadakan di Saemangeum di provinsi Jeolla Utara telah menjadi aib internasional. Acara tersebut dihadiri oleh 43.000 pramuka dari 158 negara tetapi tidak berjalan lancar karena fasilitas tidak memadai ditambah adanya gelombang panas yang mematikan, yang memaksa ribuan orang mengungsi dan menarik diri dari acara tersebut.

(wk/inta)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait