MV 'God of Music' SEVENTEEN Diedit lantaran Dianggap Propaganda LGBT
X/pledis_17
Musik

Rusia memiliki undang-undang propaganda LGBT yang ketat. Karena pelangi di MV 'God of Music' dianggap merepresentasikan LGBT, adegan itu pun sengaja diedit dengan menghilangkan pelanginya.

WowKeren - Video musik terbaru SEVENTEEN (II) yang berjudul "God of Music" baru-baru ini menjadi perhatian. Salah satu channel TV di Rusia, TNT Music, menayangkan MV tersebut dan mengedit adegan di mana ada pelangi di langit yang cerah dan menjadikan langitnya kelabu.

Rusia diketahui memiliki undang-undang propaganda LGBT yang ketat di mana konten yang dianggap mempromosikan LGBT tak boleh ditampilkan. Karena pelangi di MV "God of Music" dianggap merepresentasikan LGBT, adegan itu pun sengaja diedit dengan menghilangkan pelanginya.

The Moscow Times melaporkan bahwa TNT Music menayangkan acara tentang chart musik yang didedikasikan untuk musik K-pop. Stasiun televisi tersebut sebelumnya pernah didenda karena melanggar undang-undang "propaganda LGBT" Rusia dengan siaran video musik buatan luar negeri.

Hal inilah yang nampaknya membuat TNT Music tak ingin mengambil resiko saat menayangkan video musik "God of Music". Di tengah kekhawatiran melanggar undang-undang "propaganda LGBT", mereka sengaja menghilangkan pelangi di MV tersebut karena dianggap sebagai simbol LGBT.


MV \'God of Music\' SEVENTEEN Diedit lantaran Dianggap Propaganda LGBT

Juli lalu, Fonbet TV yang merupakan perusahaan induk TNT Music dikenakan denda sebesar 1 juta rubel (sekitar Rp 170,2 juta) yang dikenakan oleh pengadilan Moskow. Hukuman ini dikenakan atas dugaan penyebaran "propaganda LGBT", menyusul penayangan video musik penyanyi Finlandia, Alma, yang berjudul "Summer Really Hurt Us."

Selain itu, TNT Music saat ini menghadapi kemungkinan denda besar, yang berpotensi mencapai 16 juta rubel (sekitar Rp 2,72 miliar) berdasarkan empat biaya administrasi terpisah. Tuduhan ini berkaitan dengan dugaan penyebaran "propaganda LGBT" di kalangan anak di bawah umur.

Pada 2013, Rusia melarang "propaganda hubungan seksual non-tradisional" terhadap anak di bawah umur. Presiden Vladimir Putin memperluas larangan tersebut dengan melarang masyarakat menunjukkan hubungan dan gaya hidup non-tradisional di depan umum kepada orang-orang dari segala usia, tidak hanya anak di bawah umur.

(wk/dewi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Trending
Berita Terbaru