Artikel ini dimulai dengan membandingkan BTS dengan The Beatles. Pembaca diminta membayangkan jika The Beatles bubar di puncak ketenaran mereka untuk bergabung dengan militer.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Kamis, 14 Desember 2023 - 15:46 WIB
WowKeren - Situs berita Inggris BBC menarik perhatian dengan membandingkan hiatus BTS karena membernya menjalani wajib militer dengan bubarnya The Beatles. Artikel tersebut dipublikasikan pada 12 Desember dengan judul "BTS berangkat wajib militer – bagaimana dengan bintang-bintang K-pop terbesar sekarang?"
Artikel ini dimulai dengan membandingkan BTS dengan The Beatles. Pembaca diminta membayangkan jika The Beatles bubar di puncak ketenaran mereka untuk bergabung dengan militer. "Itulah yang dilakukan para member BTS, band pop terbesar di dunia saat ini," tulis BBC.
BBC menyoroti bagaimana Jungkook menjalani wajib militer hanya 4 minggu setelah member termuda BTS itu mencapai kesuksesan besar dengan karier solonya. Album solonya, "GOLDEN" meraih kesuksesan besar dan sang idol juga baru saja berkolaborasi dengan penyanyi papan atas seperti Justin Timberlake dan Usher.
"Album debutnya, 'GOLDEN' mencapai nomor satu di beberapa tangga lagu, dan dance solo untuk single hitnya, 'Standing Next to You' telah menjadi tren TikTok," tulis BBC, yang menambahkan bahwa saat di saat Jungkook mencapai puncak popularitas, ia justru menjalani wajib militer.
"Bagi penonton Barat, tampaknya sangat kejam jika orang-orang yang berada di puncak kesuksesan mereka harus berhenti dan mengambil jeda secara paksa, baik mereka menyukainya atau tidak," komentar Grace Kao, seorang profesor di Universitas Yale yang berspesialisasi dalam K-pop.
"Secara umum, di mana pun kamu berada, jika sebuah grup musik sedang hiatus, hal itu akan mempengaruhi popularitas mereka. Tapi aku berani mengatakan jika ada grup yang bisa melawan hal itu, maka itu adalah BTS," kata Jeff Benjamin, kolumnis K-pop dan penulis untuk majalah Billboard.
Di sisi lain, hiatusnya BTS juga dianggap sebagai kesempatan bagi grup lain. "BTS terlalu difokuskan oleh media. Jeda ini akan memberikan peluang bagi grup K-pop lainnya untuk mendapatkan lebih banyak perhatian. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan bagi industri ini," kata akademisi K-pop Jimmyn Parc yang berbasis di Malaysia.
(wk/dewi)