Jihyo TWICE buka-bukaan menceritakan tentang perjuangannya dalam meningkatkan rasa percaya diri dan berhenti membenci diri sendiri karena kekurangan yang terus-menerus diperhatikan.
- Intan Maharani
- Rabu, 03 Juli 2024 - 10:17 WIB
WowKeren - Jihyo ]TWICE bicara banyak tentang kepercayaan diri. Caranya dalam mengatasi rasa benci pada diri sendiri pun terungkap.
Pada tanggal 1 Juli, sebuah video yang menampilkan Jihyo dalam “My Private Art Museum” diunggah di saluran YouTube “14F Il Sa F.” Di video tersebut, leader TWICE itu menceritakan perjalanannya selama 11 tahun sebagai trainee hingga debut.
Dia mengatakan, “Kami menangis di ruang tunggu bersama para anggota. Aku khususnya ingat banyak menangis dengan Nayeon dan Jeongyeon, karena kami telah menjadi trainee dalam waktu yang lama.”
Jihyo berbagi, “Aku menjadi trainee untuk waktu yang lama, dengan banyak naik turun. Aku bahkan pernah kabur dari rumah dan berhenti pergi ke agensi, berpikir, 'Mungkin ini bukan pekerjaan yang tepat untukku.’ Berat badanku bahkan naik selama waktu itu. Akhirnya, perusahaan menyarankan agar saya tampil di Mnet’s ‘SIXTEEN’ (2015), yang membawaku debut. Rasanya seperti akhirnya mencapai tujuan saya setelah 11 tahun.”
Saat ditanya kenapa dia memilih lagu hit TWICE “Feel Special” sebagai tema, dia menjelaskan, “Karena tahun depan akan menjadi ulang tahun ke-10 dan aku menghabiskan 11 tahun sebagai trainee, jadi kupikir akan menyenangkan untuk melihat kembali momen-momen berhargaku.”
Jihyo ingin membahas harga diri, mengatakan, “Karena pekerjaan saya memerlukan evaluasi terus-menerus, aku kerap memikirkan harga diri.”
Soal apakah dia pernah merasa harga dirinya turun, dia menjawab, “Selama hari-hari trainee dan 8-9 tahun pertama setelah debut, aku memiliki harga diri yang rendah. Aku terus-menerus dievaluasi dan diberitahu untuk memperbaiki berbagai hal, jadi aku mulai hanya melihat kekuranganku. Bahkan saat melihat cermin, saya berpikir, 'Ini tidak cantik, bagaimana aku bisa membuatnya cantik?’ Menonton monitor, aku akan berpikir, 'Mengapa aku menari seperti itu? Mengapa aku menyanyi seperti ini?’ Aku mengevaluasi diri saya seperti orang lain.”
Satu hari, saat dia melihat cermin dan berpikir, “Mengapa aku membenci diriku sendiri? Aku perlu mencintai diri saya agar dicintai oleh orang lain.”
Untuk mengatasinya, ia mulai mengucapkan “I love you, Jihyo” sebelum tidur. Pada awalnya, itu terasa canggung, tetapi melakukannya setiap hari membantunya benar-benar mencintai dirinya sendiri. Dia mulai menemukan aspek positif ketika menonton monitor dan mengubah sifatnya menjadi kekuatan.
Jihyo berbagi, “Aku menyadari bahwa apa yang ada di dalam lebih penting daripada yang ada di luar. Terlalu fokus pada penampilan dapat menyebabkan kehilangan pemahaman tentang siapa diriku. Sebaliknya, aku memenuhi diriku dengan hal-hal yang saya cintai, yang membuatku merasa kurang kritis hingga atau lebih mencintai diriku sendiri.”
Saat ditanya bagaimana dia melindungi dirinya dari pandangan orang lain, dia mengakui, “Aku banyak terluka dan tidak bisa menghindari melihat komentar jahat. Komentar-komentar ini membuat aku merasa tidak kayak. Ketika saya menyadari pentingnya harga diri, aku fokus pada merawat diri sendiri. Aku terlibat dalam hobi yang kunikmati, bertemu teman, makan makanan yang enak, dan menghargai setiap hari.”
“Aku menjadi begitu sibuk dengan hidup saya sendiri sehingga pendapat orang lain tidak lagi penting. Aku tidak punya waktu untuk memikirkan pandangan orang lain. Ini bukan tentang berpikir, ‘Aku akan melakukan ini sebagai gantinya,’ tetapi lebih tentang menyadari, ‘Aku perlu hidup untuk diri saya sendiri,’” pungkasnya.
Kisah Jihyo adalah pengingat betapa pentingnya mencintai diri sendiri dan melindungi harga diri kita dari pengaruh negatif orang lain. Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk menemukan kekuatan dalam diri kita dan menjalani hidup dengan penuh kepercayaan diri.
(wk/inta)