Para artis populer yang dikabarkan setuju dengan menandatangani petisi pencopotan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol adalah Son Ye Jin, Jun Ji Hyun, Kang Dong Won hingga Moon So Ri.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Sabtu, 07 Desember 2024 - 11:49 WIB
WowKeren - Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol kini sedang menuai sorotan negatif usai mendadak mengumumkan darurat militer pada 3 Desember. Saat ini, banyak pihak yang mengajukan petisi pencopotan/pemaksulan Presiden Suk Yeol dari jabatannya.
Pada 7 Desember, sekitar 77 organisasi termasuk dari sutradara film, aktor, mahasiswa, dan 2.518 pembuat film mengeluarkan petisi yang mengatakan, "Pecat dan tangkap Yoon Suk Yeol, yang merupakan 'penjahat penghasutan'."
Para artis populer yang dikabarkan setuju dengan menandatangani petisi pencopotan Presiden Suk Yeol adalah Son Ye Jin, Jun Ji Hyun, Kang Dong Won hingga Moon So Ri. Ada juga sutradara populer Bong Joon Ho, Byun Young Joo serta Jang Joon Hwan.
Dalam sebuah pernyataan, para pembuat film tersebut mengatakan, "Prasyarat pertama untuk mengatasi situasi kacau saat ini dan status Republik Korea yang jatuh adalah menangguhkan Yoon Seok Yeol dari tugasnya sebagai presiden."
Dalam petisinya, para pembuat film ini juga menambahkan, "Jika pemakzulan adalah cara tercepat, maka kita harus memilih pemakzulan, dan jika ada cara lain untuk menyingkirkannya dari jabatan, kita harus menemukan cara tercepat."
Mereka juga menuntut agar Presiden Suk Yeol dan mantan Menteri Pertahanan Nasional ditangkap dengan disiarkan langsung sebagai penjahat penghasutan kepada dunia. Itu dianggap sebagai prosedur yang jelas dan tidak bisa dinegosiasikan.
Akhirnya, para pembuat film berkata, "Yoon Suk Yeol bukan lagi presiden. Ia hanyalah seorang penjahat yang tertangkap basah melakukan penghasutan. Segera cabut jabatan Yoon Yoon Suk Yeol dari jabatannya sebagai presiden dan pecat serta tangkap dia."
Sebelumnya, Presiden Suk Yeol sekitar pukul 22:25 KST terlihat muncul di televisi nasional. Ia mengumumkan darurat militer untuk pertama kalinya sejak 1979. Selama enam jam berikutnya, warga Korea tetap terjaga dan waspada sepanjang malam.
Presiden Suk Yeol mengungkap, "Warga negara yang terhormat. Dengan ini, saya mengumumkan darurat militer untuk melindungi Republik Korea yang bebas dari ancaman yang ditimbulkan oleh kekuatan komunis Korea Utara dan untuk membasmi kekuatan pro-Utara yang tidak tahu malu dan anti-negara yang merampok kebebasan dan kebahagiaan rakyat kita."
Kini, sekitar 190 anggota parlemen dari enam partai oposisi, termasuk Partai Demokrat, dan 191 lainnya telah mengusulkan mosi untuk memakzulkan Presiden Yoon Presiden Suk Yeol. Pemungutan suara atas usulan pemakzulan akan dilaksanakan pada 7 Desember.(wk/amal)