Drama Cha Joo Young 'The Queen Who Crowns' Dikritik Tidak Sesuai Sejarah
Instagram/tving.official
TV

Poster 'The Queen Who Crowns' memperlihatkan Ratu Wongyeong (Cha Joo Young) yang menatap tajam ke arah kamera. Melihat poster ini, netizen langsung memberikan kritikan.

WowKeren - Cha Joo Young akan menyapa publik lewat drama sejarah "The Queen Who Crowns" mulai 6 Januari 2025 mendatang. Namun, drama yang akan disiarkan oleh tvN ini sudah langsung menuai kritikan begitu merilis poster utama karena dianggap tidak sesuai sejarah.

Poster "The Queen Who Crowns" memperlihatkan Ratu Wongyeong (Joo Young) yang menatap tajam ke arah kamera. Melihat poster ini, netizen langsung salah fokus terhadap hanbok yang dikenakan sang ratu karena dilengkapi halter-neck hitam.

Banyak yang mengkritik outfit itu tidak sesuai sejarah yang ada. "Kalau kamu akan melakukan ini, mengapa tidak mengambil latar di era fiksi saja?[sic!]," tulis seorang netizen. "Desain halter-neck untuk pakaian ratu tidak dapat diterima[sic!]," tambah yang lain.

Menurut netizen, tidak masalah jika drama mengambil konsep kebebasan kreatif untuk membuat latar belakang. Namun, jika "The Queen Who Crowns" sejak awal berlatar di era Joseon, keakuratan sejarah harus tetap dipertahankan.

Drama Cha Joo Young \'The Queen Who Crowns\' Dikritik Tidak Sesuai Sejarah

Foto: Poster 'The Queen Who Crowns' yang Dikritik, Sumber: Naver

Ini bukan pertama kalinya drama sejarah tvN menghadapi kritik seperti itu. Drama tahun 2022 "Under the Queen’s Umbrella”, yang juga berlatar di Dinasti Joseon, menerima tanggapan serupa meskipun populer karena mengeksplorasi persaingan di antara para pangeran.


Kritikus menunjukkan bahwa meskipun ceritanya fiktif, banyak detail yang tidak konsisten dengan era tersebut. Misalnya, Kim Hye Soo, yang memerankan ratu, menyebut dirinya sebagai Bon Gung, istilah yang tidak digunakan oleh para ratu selama era Joseon.

Premis tentang pangeran yang lahir dari selir yang bersaing dengan pewaris sah untuk tahta juga bertentangan dengan prinsip-prinsip konfusianisme yang mengatur Joseon. Penonton berpendapat bahwa kebebasan seperti itu mungkin bisa diterima jika drama itu berlatar di kerajaan fiktif, tetapi bahkan drama sejarah fusi harus mematuhi standar sejarah dasar.

Contoh lainnya adalah drama "Queen Woo", yang dibintangi Jeon Jong Seo. Berlatar di periode Goguryeo, kostum yang dikenakan Ratu Woo menuai kritik karena lebih menyerupai gaya Tiongkok daripada mencerminkan identitas budaya Goguryeo.

Direktur kostum Olimpiade PyeongChang, Kim Ki Sook sampai berkomentar, "Kalau kamu menggunakan sesuatu yang tidak dikenal, kamu bisa menggunakan imajinasi untuk menciptakan desain yang fantastis. Namun, saat menggunakan sesuatu yang mirip, kamu harus berhati-hati."

Para ahli juga sepakat bahwa kostum dalam "Queen Woo" sangat mirip dengan yang terlihat dalam drama Tiongkok. Meskipun drama-drama ini dipuji karena berfokus pada narasi wanita dan menawarkan cerita-cerita segar, kurangnya upaya untuk memastikan keakuratan sejarah telah menuai kritik keras dari para penonton.

Sementara itu, "The Queen Who Crowns" menceritakan kisah Ratu Wongyeong (Joo Young), wanita yang memimpikan dunia baru di masa awal Dinasti Joseon. Ia menjadikan suaminya, Lee Bang Won (Lee Hyun Wook), seorang raja yang dengan berbagi kekuasaan takhta.

(wk/amal)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait