Bobon Santoso kembali membuat konten berbagi makanan di bulan puasa. Namun, ia mendapat tantangan besar saat membuatkan takjil jumbo di tempat penampungan ODGJ.
- Ria Susilo Wardhani
- Sabtu, 08 Maret 2025 - 11:48 WIB
WowKeren - Bobon Santoso dikenal kerap membuat konten masak dan berbagi makanan dalam jumlah besar. Untuk menyambut bulan suci Ramadan, Bobon juga membuat takjil ukuran besar.
Tampak dalam video, Bobon menyiapkan es takjil buatannya di sela kunjungan di yayasan tempat penampungan ODGJ. Ia berencana membuat es serut melon.
"Kita bikin takjil karena kan Ramadan. Mari kita buat takjil pertama kita," kata Bobon. "Alhamdulillah di bulan Ramadan kita bisa berbagi."
Sayangnya setelah jadi, Bobon malah mengucap istigfar. Ia syok berat karena ada beberapa ODGJ yang langsung ke dalam wadah besar berisi es serut melon buatannya. Para ODGJ itu seolah ingin berendam dan merasakan langsung kesegaran es serut buatan Bobon.
Melihat tingkah polah para ODGJ itu, Bobon cuma bisa meringis. Ia pasrah karena es buatannya tak lagi bisa dinikmati siapapun. "Perjuangan kami sia-sia," demikian keterangan di video itu.
Sementara itu, netter juga ikut kaget dan kasihan pada Bobon. Namun, ada pula yang menyesalkan kenapa para ODGJ tak diamankan terlebih dahulu.
"Liat di ig lsg cuz ke yutub ngakak beut sampe terpingkal² diulang² tetep lucu😂😂😂😂," ujar netter. "Harusnya ODGJ nya jangan dikeluarin dulu, sayang segitu banyaknya akhirnya di buang," sesal netter. "Ikut greget," kata netter.
Sebelumnya, Bobon Santoso juga memasak di daerah yang cukup berbahaya yakni di Papua. Sayangnya, kegiatan Bobon itu membuat dirinya dapat peringatan hingga terpaksa tinggalkan Papua.
"Terima kasih Tuhan telah menjaga kami team Kuali Merah Putih selama berkegiatan di Papua. Saya pribadi tahu, kegiatan kami dipantau oleh KKB. Ancaman terhadap keselamatan saya sudah diwarning. Bahkan diperingatkan secara terbuka akibatnya," ungkap Bobon. "Tujuan kami bukan melakukan misi ini bukan sebagai media 'perang' bukan sebagai alat propaganda negara. Jika tidak bersama TNI, siapa yang bisa menjamin keselamatan kami?"
Bobon lantas berterima kasih kepada pihak TNI yang selama ini telah menjaga keselamatan mereka. Bobon pun membongkar perjuangan para TNI saat ia berada di Papua. Ia juga meminta maaf jika kehadirannya di Papua merepotkan pihak TNI.
"Terima kasih untuk TNI yang memastikan misi ini berjalan dengan baik dan lancar. Mungkin terkesan berlebihan, kegiatan masak harus dijaga dengan sniper, melibatkan Intelijen, prajurit melakukan ambush di hutan semalaman hingga kegiatan selesai juga mensterilkan rute yang kami lalui," lanjut Bobon. "Kita ga minta seperti itu, tapi bagi rekan TNI, jika misi ini gagal, bagi mereka sebuah kegagalan dalam bertugas. Mohon maaf bila merepotkan."