Korea Selatan meluncurkan penyelidikan atas penjualan tiket konser BTS di pasar gelap.
- Jumat, 13 Maret 2026 - 01:31 WIB
WowKeren - Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata telah meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki dugaan penjualan tiket black market yang terkait dengan konser BTS yang sangat dinanti-nantikan. Konser ini dijadwalkan akan berlangsung di Gwanghwamun Square pada 21 Maret dan di Goyang Sports Complex dari 9 hingga 12 April.
Menurut kementerian, otoritas telah mengidentifikasi empat individu yang diduga melakukan penjualan tiket konser secara ilegal. Mereka diketahui telah memantau platform perdagangan tiket online di mana aktivitas penjualan ulang yang tidak resmi sering terjadi. Dalam proses penyelidikan, pihak berwenang mencatat 1.868 posting terkait penjualan tiket black market, termasuk daftar yang diduplikasi.
Dari data tersebut, ditemukan empat kasus yang dianggap sangat mencurigakan. Para individu ini diduga telah membeli 105 tiket secara massal dan mencoba menjualnya dengan harga jauh di atas harga resmi. Beberapa daftar tiket dilaporkan menjual dengan harga yang melambung hingga jutaan won, memanfaatkan tingginya permintaan menyusul kembalinya BTS ke panggung konser.
Kementerian menegaskan bahwa sistem penjualan tiket resmi untuk konser ini menerapkan prosedur verifikasi identitas yang ketat. Penonton diwajibkan untuk menunjukkan identifikasi pribadi yang sesuai dengan informasi terdaftar pada tiket saat memasuki lokasi acara. Oleh karena itu, para penggemar yang membeli tiket melalui saluran penjualan ulang tidak resmi mungkin akan ditolak masuk meskipun mereka memiliki tiket yang valid. Pihak berwenang pun memperingatkan penggemar untuk menghindari pembelian di pasar gelap dan hanya menggunakan platform penjualan tiket resmi.
Pihak berwenang juga memperingatkan bahwa upaya penjualan tiket ilegal mungkin meningkat kembali sekitar pukul 20.00 pada 12 Maret, ketika penjualan tiket tambahan untuk konser di Gwanghwamun dibuka. Momen dengan permintaan tinggi seperti ini sering dimanfaatkan oleh para scalper yang ingin menjual kembali tiket atau melakukan penipuan.
Kementerian telah mengimbau kepada penyelenggara konser, agen penjualan tiket, dan platform online untuk memperkuat sistem pemantauan dan bekerja sama dalam memberantas perdagangan tiket ilegal. Menteri Choi Hui Young menyatakan bahwa penyelidikan ini merupakan awal dari upaya yang lebih luas untuk menghilangkan perdagangan tiket black market.
“Dimulai dengan permintaan penyelidikan ini, kami akan menerapkan langkah-langkah yang lebih kuat dan ketat untuk sepenuhnya memberantas penjualan tiket ilegal dan menciptakan lingkungan konser yang adil dan transparan,” ujarnya.
Pihak berwenang juga memperingatkan bahwa penggemar yang membeli tiket dari sumber tidak resmi berisiko tidak hanya kehilangan kesempatan untuk masuk ke acara, tetapi juga menjadi korban penipuan, karena beberapa penjual hilang setelah menerima pembayaran.
(wk/timw)