Songwriter Bekuh Boom membuat klaim mengejutkan bahwa ia dipaksa aborsi oleh label Korea dan merasa ditinggalkan BLACKPINK.
- Jumat, 20 Maret 2026 - 06:32 WIB
WowKeren - Songwriter Amerika Serikat Bekuh Boom, yang turut menulis sejumlah lagu hit untuk BLACKPINK, membuat klaim mengejutkan bahwa ia pernah dipaksa melakukan aborsi oleh label tempatnya bekerja di Korea. Dalam serangkaian video TikTok yang diunggah baru-baru ini, ia mengaku mengalami eksploitasi, pelecehan verbal, dan tekanan untuk menggugurkan kandungannya. Meski tidak menyebut nama perusahaan secara eksplisit, tudingan tersebut diyakini mengarah pada YG Entertainment, label yang banyak berkolaborasi dengannya sejak 2012.
Bekuh Boom juga menyebutkan pengalaman buruknya saat mengerjakan lagu BLACKPINK berjudul "Typa Girl". Ia merasa dihina dan tidak ada yang membelanya. "Tidak ada yang memperhatikan saya. Mereka semua terlibat," ujarnya. Ia bahkan menyukai komentar penggemar yang menyatakan bahwa para member BLACKPINK seharusnya membelanya.
Klaim ini langsung memicu perdebatan panas di berbagai platform media sosial dan komunitas online internasional. Sebagian netter menyatakan kaget dan mengkritik YG Entertainment serta member BLACKPINK. Namun, tak sedikit pula yang meragukan kredibilitas pengakuan Bekuh Boom karena belum ada bukti yang diverifikasi. Mereka menduga hal ini mungkin berakar dari perselisihan masa lalu terkait hak cipta lagu.
Bekuh Boom, yang lahir pada 1994, memiliki karier yang cukup menonjol di industri K-Pop. Namanya mulai dikenal setelah turut menulis lagu "Eyes, Nose, Lips" milik Taeyang pada 2014. Ia kemudian berkontribusi pada sejumlah hit besar BLACKPINK seperti "BOOMBAYAH", "DDU-DU DDU-DU", dan "Kill This Love". Ia juga pernah bekerja sama dengan artis seperti WINNER dan Jeon Somi.
Pada Agustus 2025 lalu, perusahaan hak kekayaan intelektual musik Beyond Music mengakuisisi katalog 33 lagu yang memegang hak ciptanya, termasuk karya-karya untuk BLACKPINK. Hal ini sempat menarik perhatian publik terhadap dirinya.
Reaksi netter di forum online beragam. Banyak yang mempertanyakan logika dari klaim tersebut. "Apa salahnya BLACKPINK?" tanya salah satu komentar. Komentar lain menambahkan, "Di Korea, katanya kalau hamil di usia 18, harus aborsi agar hidup lebih mudah..". Ada pula yang bingung, "Tapi... apa alasannya label memaksa seorang songwriter untuk aborsi?" dan "Dia kan bukan bagian dari perusahaan, jadi kenapa mereka memaksa songwriter untuk aborsi...?". Sebagian netter justru mempertanyakan peran BLACKPINK dalam kasus ini, "Bagaimana BLACKPINK bisa melindungi seorang songwriter? Ini konyol," tulis seorang netter.
Sampai saat ini, baik YG Entertainment maupun BLACKPINK belum memberikan pernyataan resmi menanggapi klaim Bekuh Boom ini. Kasus ini masih terus berkembang dan menjadi sorotan publik.
(wk/timw)