ONE HUNDRED, agensi yang menaungi Taemin, THE BOYZ, dan VIVIZ, dilanda krisis massal setelah sejumlah artisnya mengajukan pemutusan kontrak.
- Jumat, 20 Maret 2026 - 09:41 WIB
WowKeren - Agensi hiburan ONE HUNDRED yang dipimpin CEO Cha Ga-won sedang menghadapi krisis eksistensi setelah sejumlah artis besar di bawah naungannya, termasuk Taemin dan grup THE BOYZ, secara resmi mengajukan pemutusan kontrak eksklusif. Gelombang kepergian ini dipicu oleh tuduhan pelanggaran kontrak serius, keterlambatan pembayaran royalti, dan kerusakan hubungan kepercayaan antara artis dengan manajemen. Situasi ini semakin memanas dengan laporan bahwa VIVIZ (Eunha, SinB, Umji), Lee Mu-jin, dan BIBO juga telah mengirimkan pemberitahuan serupa, mengancam stabilitas perusahaan.
Krisis dimulai dengan kepergian Taemin dari sub-label BIGPLANET Made Entertainment pada Februari lalu. Meski saat itu dikatakan berjalan damai, media melaporkan bahwa Taemin mengajukan pemutusan kontrak karena masalah ketidakjelasan pembayaran royalti dan kesalahan fatal dalam proses kontrak dengan pihak eksternal tanpa persetujuannya. Taemin yang baru bergabung pada 2024 setelah meninggalkan SM Entertainment, akhirnya memilih bergabung dengan Galaxy Corporation milik G-Dragon.
Gelombang berikutnya datang dari THE BOYZ. Sembilan member grup—Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric—mengirimkan surat peringatan resmi kepada CEO Cha Ga-won pada Februari, menuduh ONE HUNDRED melakukan pelanggaran kontrak berat. Mereka menyebut agensi gagal membayar royalti sejak Juli 2025, menolak memberikan akses ke dokumen dasar kontrak, tidak mendukung biaya aktivitas, dan bahkan menunggak gaji staf selama berbulan-bulan.
ONE HUNDRED membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa mereka telah membayar uang muka kontrak yang besar kepada setiap member THE BOYZ dengan syarat semua 11 member tetap aktif sebagai satu tim. "Namun, karena berbagai kontroversi para member tahun lalu, prasyarat itu runtuh. Hal ini menyebabkan satu member keluar dari grup dan aktivitas tim menjadi sulit. Meski demikian, kami berusaha meyakinkan pihak terkait yang dirugikan dan menanggung kerugian besar untuk mempertahankan aktivitas grup," tulis pernyataan mereka, seperti dikutip media.
Namun, badai belum reda. Media melaporkan bahwa VIVIZ, Lee Mu-jin, dan BIBO juga telah mengajukan pemutusan kontrak dengan alasan serupa, yaitu pelanggaran kontrak dan rusaknya hubungan kepercayaan. Menanggapi hal ini, BIGPLANET menyatakan, "Mengenai pemutusan kontrak eksklusif VIVIZ, Lee Mu-jin, dan BIBO, situasi akhir belum diputuskan. Kami berusaha sebaik mungkin untuk aktivitas normal para artis."
Krisis ini terjadi di tengah berbagai kontroversi yang melilit CEO Cha Ga-won, mulai dari dugaan keterlambatan pembayaran royalti kepada artis, penunggakan pajak hingga penyitaan villa, hingga tuduhan tidak membayar mitra kerja. Baru-baru ini, 815 VIDEO, produser video musik "Overdose" milik EXO's Xiumin yang berada di bawah sub-label INB100, juga mengaku belum menerima sisa pembayaran produksi sebesar 66 juta won.
ONE HUNDRED telah membantah semua tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai informasi yang tidak sesuai fakta dan bahwa pembayaran sedang dalam proses negosiasi normal sesuai kondisi kontrak masing-masing artis. Namun, dengan terus berjatuhhannya artis dari portofolionya yang dulu kuat—termasuk Taemin, THE BOYZ, dan kemungkinan VIVIZ—masa depan agensi ini dan nasib artis yang tersisa, seperti EXO's Chen, Baekhyun, Xiumin (di INB100), serta Ha Sung-woon, REN, Lee Seung-gi, Lee Soo-geun, dan BADVILLAIN (di BIGPLANET), menjadi sorotan publik.
(wk/timw)