BTS Gwanghwamun Comeback Bikin Kontroversi, Netizen Bandingkan dengan Keadaan Darurat
Instagram/BTS/Instagram
Selebriti

BTS menggelar comeback di Gwanghwamun, namun banyak gangguan bagi warga Seoul.

WowKeren - Comeback yang diharapkan menjadi momen bersejarah bagi BTS di Gwanghwamun kini menjadi sorotan kontroversi. Setelah penampilan besar-besaran grup ini, daftar gangguan yang dialami oleh warga Seoul mulai beredar di media sosial dan cepat menjadi viral. Daftar tersebut mencakup berbagai gangguan di pusat kota Seoul, termasuk penutupan layanan kereta bawah tanah dan jalur bus.

Di antara gangguan yang terjadi, penutupan penuh dan larangan masuk di beberapa stasiun kereta bawah tanah utama seperti Gwanghwamun, Gyeongbokgung, dan City Hall menjadi sorotan utama. Selain itu, banyak stasiun lainnya juga mengalami penutupan dan pengalihan layanan. Biaya tambahan untuk pengiriman barang dan penutupan tempat penyewaan sepeda juga dilaporkan, membuat warga semakin frustrasi.

Konser ini juga menyebabkan penutupan tempat-tempat budaya dan museum seperti Gyeongbokgung Palace dan National Palace Museum of Korea. Banyak pertunjukan dan pameran yang dijadwalkan harus dibatalkan, dan sejumlah fasilitas umum seperti perpustakaan pun terpaksa dibatasi operasionalnya. Hal ini memicu reaksi keras dari netizen yang merasa dirugikan oleh dampak dari acara tersebut.

Salah satu tweet viral menggambarkan situasi ini dengan menyebutnya sebagai “keadaan darurat” yang mengingatkan pada penutupan tahun lalu. Pengguna Twitter @miss_shibazzang menulis, “계엄령임?” yang bisa diterjemahkan menjadi “Apakah ini keadaan darurat?”


Netizen lain menambahkan bahwa situasi yang ditimbulkan oleh konser ini bahkan lebih parah daripada keadaan darurat yang mereka alami sebelumnya. Banyak yang mencatat bahwa meskipun keadaan darurat hanya berlangsung selama beberapa jam, dampak dari konser ini berlangsung selama berhari-hari dan menyulitkan banyak orang.

Pejabat setempat dan pihak penyelenggara, HYBE, dinilai mengabaikan keluhan dari warga yang terdampak, dengan hanya meminta pengertian tanpa memberikan permintaan maaf. Hal ini menambah kemarahan masyarakat yang merasa bahwa acara yang menggunakan dana publik tersebut seharusnya lebih mempertimbangkan dampak bagi warga sekitar.

Seiring dengan meningkatnya diskusi mengenai hal ini, konser di Gwanghwamun kini akan diingat tidak hanya untuk penampilan yang spektakuler, tetapi juga untuk dampak luas yang ditimbulkan di seluruh kota Seoul. Masyarakat kini mempertanyakan apakah promosi kekuatan lembut negara harus dilakukan dengan mengorbankan kenyamanan dan kesejahteraan warganya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait