Polisi Seoul menghadapi kritik terkait pengamanan konser BTS yang dinilai berlebihan.
- Rabu, 25 Maret 2026 - 08:07 WIB
WowKeren - Konser BTS di kawasan Gwanghwamun pada 21 Maret 2026 menjadi sorotan setelah munculnya kritik mengenai tindakan pengamanan yang dianggap berlebihan. Konser ini diadakan untuk merayakan comeback lengkap BTS setelah 3 tahun 9 bulan dan mempromosikan album terbaru mereka.
Jenderal Polisi Seoul, Park Jeong-bo, memberikan penjelasan pada 23 Maret, menyatakan bahwa untuk keamanan warga, mereka harus bersikap proaktif. "Terkait keselamatan warga, kami harus bertindak secara berlebihan," ujarnya. Ia menambahkan, mempertimbangkan ancaman teror yang muncul akibat situasi di Timur Tengah, pihaknya memprioritaskan keselamatan dalam acara ini.
Awalnya, polisi memprediksi sekitar 260.000 orang akan hadir, sehingga mereka menerjunkan 6.700 petugas keamanan, dengan total 15.500 personel untuk mengatur kerumunan. Namun, estimasi dari pemerintah kota Seoul menunjukkan hanya sekitar 48.000 orang yang hadir, sementara HYBE, agensi BTS, memperkirakan jumlahnya sekitar 104.000.
Menanggapi perbedaan signifikan antara prediksi dan kenyataan, beberapa pihak mengkritik tindakan polisi, termasuk penutupan jalan di sekitar Gwanghwamun, larangan berhenti di stasiun kereta bawah tanah terdekat, serta penyerahan cuti paksa bagi pekerja di sekitar lokasi. Jenderal Park menjelaskan, mereka bersiap untuk situasi terburuk, dengan potensi 260.000 orang yang dapat memenuhi area hingga Sungnyemun.
Ia menghargai kerjasama masyarakat meskipun ada ketidaknyamanan yang dialami, dan menekankan bahwa pengelolaan kerumunan berlangsung dengan baik berkat kesadaran tinggi warga dan kerjasama dengan pihak terkait. "Acara ini berlangsung dengan aman dan teratur," tambahnya.
BTS sendiri menggelar pertunjukan selama sekitar satu jam, menyuguhkan penampilan yang dinanti-nanti oleh penggemar sebagai bagian dari promosi album kelima mereka yang baru dirilis.
(wk/timw)