BTS menghadapi kritik setelah penggunaan dana publik untuk konser comeback mereka di Seoul.
- Rabu, 25 Maret 2026 - 09:16 WIB
WowKeren - Konser comeback terbaru BTS telah memicu perdebatan hangat di kalangan netizen Korea setelah terungkapnya penggunaan dana publik untuk acara tersebut. Menurut laporan, pemerintah kota Seoul dan pemerintah nasional menginvestasikan sekitar ₩27,1 miliar KRW (sekitar $18 juta USD) untuk mendukung konser yang oleh banyak orang dianggap lebih menguntungkan secara pribadi.
Sementara itu, perusahaan sekuritas dalam negeri memperkirakan bahwa keuntungan operasional HYBE untuk tahun 2026 akan mencapai antara ₩451 miliar KRW (sekitar $300 juta USD) hingga ₩537 miliar KRW (sekitar $357 juta USD). Di tengah kontroversi ini, Perdana Menteri Kim Min Seok dikabarkan melakukan kunjungan langsung ke kantor HYBE, dan proses perizinan untuk penggunaan situs warisan budaya utama seperti Istana Gyeongbokgung dan Lapangan Gwanghwamun diproses dengan cepat.
Seiring dengan berita ini, komunitas online dipenuhi dengan reaksi kritis. Beberapa netizen menyatakan kekecewaan mereka terhadap penggunaan uang pajak dan sumber daya untuk konser yang dianggap bersifat profit pribadi. Seorang pengguna mengungkapkan ketidakpuasan, “Menggunakan uang pajak saya dan masih harus melalui pemeriksaan tubuh, sialan! Apa yang hebat dari BTS sehingga mereka menghabiskan uang pajak seperti itu? Saya sangat kesal. Pajak saya benar-benar menguap begitu saja. BTS dan HYBE harus membayarnya.”
Banyak yang berpendapat bahwa meskipun BTS diakui secara luas sebagai pemimpin K-Pop di seluruh dunia, kontroversi ini menyoroti semakin meningkatnya kepekaan publik terhadap penggunaan sumber daya pemerintah untuk acara hiburan berskala besar. Diskusi ini telah berkembang menjadi perdebatan yang lebih luas mengenai keseimbangan antara promosi budaya dan pengeluaran publik.
(wk/timw)