Perjalanan Baru Asada Mao, Rival Abadi Kim Yuna, Jadi Pelatih Ice Skating
Instagram/Asada Mao/Instagram
Selebriti

Asada Mao, rival Kim Yuna, memulai karier baru sebagai pelatih dengan penuh semangat.

WowKeren - Asada Mao, yang dikenal sebagai rival abadi Kim Yuna, kini memulai babak baru dalam hidupnya sebagai pelatih ice skating di Jepang. Setelah menyelesaikan karier sebagai atlet, Mao kini mengelola 'Mao Link' dan mengajar generasi muda di akademinya.

Di tengah perhatian publik, Mao baru-baru ini tampil di acara kompetisi domestik di Tokyo, di mana ia menunjukkan semangat baru sebagai pelatih. Bersama rekannya Matsuda Yura, Mao terlihat mendukung dan memberi semangat kepada para atlet muda yang berlatih di sisinya. Transformasi Mao dari seorang atlet berprestasi menjadi pelatih yang energik mendapatkan pujian dari berbagai media.

Akademi yang dipimpin Mao berjalan dengan lancar, dan dia baru-baru ini memperlihatkan penampilan perdana murid-muridnya yang berusia antara 5 hingga 10 tahun. Mao terlihat teliti dalam memeriksa gerakan mereka, menunjukkan dedikasi sebagai pelatih. Dia mengatakan, "Saya selalu mendorong mereka untuk memberikan 130% dari energi mereka saat berlatih," dan setelah penampilan, Mao merasa puas dengan hasilnya, memberi nilai 130 dari 100.


Mao juga berbagi tantangan baru dalam mengajar, karena sebagian besar siswa di akademinya adalah generasi yang tidak mengalami masa kejayaan Mao sebagai atlet. Dia menciptakan cara unik untuk menarik perhatian anak-anak, seperti menggunakan stiker dan boneka untuk mendorong mereka saat mereka tidak mendengarkan. Mao bertekad untuk berbagi semua pengetahuan dan pengalaman yang dia miliki agar murid-muridnya dapat mencapai tujuan mereka.

Dengan langkah baru Mao ini, nama Kim Yuna pun kembali mencuat. Keduanya dikenal sebagai 'rival seumur hidup' sejak masa junior, dan persaingan mereka berlanjut hingga pertengahan 2000-an. Sejak Kim Yuna meraih kesuksesan di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade, perbedaan di antara keduanya semakin jelas, meskipun Mao juga berhasil meraih posisi kedua di berbagai kompetisi sepanjang kariernya.

Kim Yuna, dalam sebuah wawancara di saluran YouTube 'Sikbbang Unni Kim Yeon-kyung', menyatakan, "Sulit untuk mengatakan bahwa saya dekat dengan Mao. Usia dan bentuk tubuh kami yang mirip membuat segala sesuatu menjadi bahan perbandingan. Kami tidak memiliki waktu untuk lebih mendekat satu sama lain." Meskipun tidak berkomunikasi setelah pensiun, Kim Yuna berharap bahwa Mao baik-baik saja di mana pun dia berada.

Sekarang, baik Mao yang telah menjadi pelatih dan Kim Yuna yang tetap menjadi ikon di dunia periklanan, keduanya melanjutkan cerita mereka masing-masing di jalur yang berbeda.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!