Kisah Haru Lee Chanhyuk AKMU Dorong Lee Suhyun Bangkit dari Masa Sulit
Instagram/Lee Chanhyuk/Instagram
Selebriti

Lee Chanhyuk menciptakan lagu 'Love Lee' untuk membantu Lee Suhyun melewati masa sulit.

WowKeren - Dalam sebuah kisah emosional yang kembali mencuri perhatian, ayah dari duo AKMU, Lee Chanhyuk dan Lee Suhyun, mengungkap bagaimana Chanhyuk membantu Suhyun melewati masa sulit dalam hidupnya. Suhyun mengalami periode yang panjang di mana ia merasa terpuruk, terutama setelah Chanhyuk menjalani wajib militer.

Menurut ayah mereka, Suhyun merasa kesulitan setelah Chanhyuk pergi, yang membuatnya harus mengambil tanggung jawab lebih besar. Ia sebelumnya bisa 'mengikuti kakaknya dan menikmati bernyanyi', namun setelah kepergian Chanhyuk, ia harus membuat keputusan sendiri, yang menambah tekanan dan ketakutan dalam dirinya.

Ayah mereka menjelaskan bahwa Suhyun akhirnya menyadari beratnya beban yang dipikul oleh Chanhyuk, yang membuat situasi semakin sulit. Setelah Chanhyuk kembali dari militer, ia mengubah arah musiknya, menyadari bahwa 'hidup bisa berakhir kapan saja, jadi ia ingin melakukan apa yang benar-benar diinginkannya'.


Akibatnya, musik yang dihasilkan Chanhyuk menjadi lebih pribadi, sehingga membuat Suhyun merasa kesulitan untuk menyanyikan lagu-lagu tersebut dan melupakan kebahagiaan bernyanyi. Ayah mereka melanjutkan, 'Setelah Chanhyuk mengungkapkan apa yang ia inginkan melalui album solonya, ia akhirnya mulai fokus pada Suhyun.' Pada saat itu, Suhyun mendapatkan banyak tawaran, tetapi 'hilang motivasi untuk melakukan apapun'.

Titik balik bagi Suhyun terjadi ketika Chanhyuk menciptakan lagu 'Love Lee'. Ayah mereka berbagi, 'Suhyun ingin menyanyikan lagu-lagu seperti '200%' dan 'Give Love', dan meskipun Chanhyuk pernah mengatakan ia tidak bisa membuat lagu-lagu itu lagi, ia menciptakan 'Love Lee' untuknya.' Lagu tersebut 'berperan penting dalam membawa Suhyun kembali ke dunia musik'.

Suhyun sendiri juga mengungkapkan kesulitan yang ia hadapi, mengingat bagaimana ia 'menghabiskan waktu di kamarnya seperti seorang recluse', dan kehidupannya sehari-hari berfokus pada permainan dan layanan pengantaran makanan. Ia menambahkan, 'Saya makan berlebihan setiap hari dan merasakan sakit saat berat badan saya meningkat dengan cepat,' menggambarkan betapa sulitnya masa itu.

Kisah dukungan emosional antara kedua saudara ini terus menarik perhatian publik, menggambarkan betapa kuatnya ikatan mereka dalam menghadapi tantangan hidup.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait