Kontroversi di Balik Drama Pursuit of Jade: Kritik Terhadap Penampilan Zhang Ling He
assets.pikiran-rakyat.com/assets.pikiran-rakyat.com
TV

Pursuit of Jade jadi sorotan usai kritik terhadap penampilan Zhang Ling He sebagai jenderal.

WowKeren - Pada 2 April 2026, Badan Penyiaran dan Televisi Nasional China (NRTA) mengadakan simposium mengenai estetika sehat dalam drama televisi. Simposium ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai platform video online dan perusahaan produksi terkemuka, termasuk iQIYI dan Tencent Video.

Dalam simposium tersebut, pihak NRTA menekankan pentingnya drama televisi sebagai bentuk seni yang dapat menyampaikan nilai-nilai utama dan mewariskan budaya tradisional Tiongkok. Meskipun banyak karya berkualitas telah dibuat, ada keprihatinan terhadap kecenderungan industri yang terlalu mengutamakan penampilan fisik. Beberapa drama disebutkan mengalami masalah seperti riasan berlebihan pada aktor dan kostum yang tidak sesuai dengan karakter.

NRTA juga menggarisbawahi perlunya penerapan Pemikiran Xi Jinping tentang Budaya, dengan menekankan orientasi kreatif yang berfokus pada masyarakat dan nilai-nilai inti kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Mereka mengingatkan pentingnya menciptakan konten yang realistis dan tidak hanya mengedepankan tampilan fisik.


Perhatian publik terhadap isu ini meningkat setelah tayangnya drama Pursuit of Jade yang dibintangi oleh Zhang Ling He. Meskipun banyak penggemar memuji penampilannya sebagai Xie Zheng, karakter yang terpengaruh oleh masa lalu yang kelam, kritik juga muncul terkait penampilannya yang dianggap terlalu glamor untuk karakter seorang jenderal.

Kontroversi ini melibatkan kritik dari akun resmi Jun Zhengping Studio yang menyatakan bahwa 'jenderal' dalam drama kostum yang mengenakan riasan tidak dapat mencerminkan tanggung jawab sosial untuk menunjukkan ketegasan maskulin. Pernyataan ini dianggap banyak netizen sebagai kritik langsung terhadap penampilan Zhang Ling He dalam Pursuit of Jade.

Banyak netizen yang berpendapat bahwa meskipun Zhang Ling He tampak sesuai dengan deskripsi karakter dalam novel asli, beberapa dari mereka merasa penampilan dan riasan yang digunakan dalam drama tersebut tidak mencerminkan realitas yang diharapkan dari sosok militer. Mereka menyebutnya sebagai 'jenderal yang mengenakan riasan' dan menekankan bahwa penampilan fisik tidak boleh mengalahkan kedalaman karakter.

Simposium ini mencerminkan keinginan pemerintah China untuk mengubah arah industri drama dengan lebih menekankan pada kualitas cerita dan karakter, sambil mengurangi idolasi terhadap penampilan fisik. Dengan tuntutan yang semakin meningkat dari publik untuk cerita yang lebih mendalam dan bermakna, industri ini diharapkan dapat menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik penontonnya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait