Olahraga rutin terbukti mengurangi pengeluaran medis, menurut penelitian terbaru dari Korea.
- Jumat, 10 April 2026 - 10:11 WIB
WowKeren - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa melakukan olahraga secara teratur dapat mengurangi pengeluaran medis, sebagaimana dibuktikan oleh hasil riset dari Seoul Olympic Sports Promotion Foundation dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea.
Selama acara berbagi hasil penelitian yang diadakan pada 8 April 2026, di Korean Sports Science Institute, fokus utama riset ini adalah 'Nilai Ekonomi dan Medis dari Pengelolaan Kebugaran'. Analisis ini menggabungkan data dari sekitar 2,23 juta catatan kebugaran masyarakat dengan data asuransi kesehatan, mempertimbangkan berbagai faktor seperti jenis kelamin, usia, dan Indeks Massa Tubuh (BMI).
Hasil penelitian ini menegaskan kembali pentingnya olahraga. Kelompok dengan tingkat kebugaran yang lebih tinggi menunjukkan penurunan klaim asuransi tahunan sekitar 5-10% dan pengeluaran asuransi sekitar 6-14% dibandingkan dengan kelompok standar. Hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kebugaran dan pengeluaran medis.
Jika dilihat dari peserta asuransi kesehatan, yang diperkirakan mencapai 40 juta orang pada tahun 2024, diperkirakan ada pengurangan biaya medis sebesar 42,268 triliun won untuk kelompok dengan tingkat kebugaran 1 hingga 5 dibandingkan dengan kelompok 6.
Di sisi lain, analisis mengenai tingkat kebugaran dan risiko penyakit kronis menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat daya tahan kardiovaskular dan kekuatan otot, semakin tinggi risiko terkena penyakit kronis. Kelompok dengan risiko daya tahan kardiovaskular menunjukkan kemungkinan terkena diabetes sekitar 1,92 kali lipat dan penyakit jantung iskemik 1,84 kali lipat dibandingkan kelompok yang sehat. Selain itu, kelompok dengan risiko kekuatan otot juga menunjukkan statistik yang sama dengan kemungkinan terkena diabetes dan stroke yang jauh lebih tinggi.
Park Se Jeong, kepala divisi penelitian olahraga di Korean Sports Science Institute, mengatakan, “Pengelolaan kebugaran sangat berkaitan dengan pencegahan penyakit kronis dan pengurangan beban biaya medis.” Ia menambahkan bahwa penelitian ini memberikan bukti untuk merancang kebijakan kesehatan berbasis data kebugaran yang lebih preventif.
Seorang pejabat dari Kementerian Kebudayaan juga menyatakan, “Kami berencana untuk terus memperluas kebijakan yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi beban biaya medis berdasarkan data yang telah dikumpulkan melalui proyek Kebugaran Nasional 100.”
(wk/timw)