LAFC mengalami kekalahan pertama di musim ini setelah ditinggal Son Heung-min.
- Minggu, 12 April 2026 - 12:35 WIB
WowKeren - LAFC mengalami kekalahan perdana di musim 2026 setelah ditinggal oleh bintang mereka, Son Heung-min. Pada 12 April 2026, tim yang berbasis di Los Angeles ini harus mengakui keunggulan Portland Timbers dengan skor 1-2 di pertandingan Major League Soccer (MLS) yang berlangsung di Providence Park, Portland.
Son Heung-min, yang dikenal sebagai 'ace' tim, tidak tampil dalam laga tersebut, dan absensinya terbukti sangat berpengaruh. Sebelumnya, LAFC mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 11 pertandingan dengan 9 kemenangan dan 2 hasil imbang. Namun, tanpa Son, LAFC tidak hanya kehilangan permainan, tetapi juga berakhir dengan kekalahan yang mengejutkan oleh tim dari peringkat bawah.
Pelatih Mark Dos Santos mengambil keputusan berani dengan melakukan rotasi pemain, memberikan waktu istirahat bagi para starter menjelang laga penting di CONCACAF Champions Cup. Tidak hanya Son, kapten tim Hugo Lloris juga ditinggalkan dari daftar pemain. Meskipun demikian, LAFC sempat menunjukkan permainan yang menjanjikan di awal laga dengan beberapa peluang mencetak gol.
Pada menit ke-23, situasi berubah ketika kiper Thomas Hasal mengalami cedera akibat benturan dengan rekannya, yang membuat momentum LAFC terguncang. Akibatnya, di menit ke-32, mereka kebobolan gol pertama dari tembakan jarak jauh Christophe Velarde.
Meski tertekan, LAFC tidak menyerah. Kiper pengganti, Cabral Carter, tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan yang menghindarkan tim dari kebobolan lebih jauh. Di awal babak kedua, LAFC berhasil menyamakan kedudukan berkat gol dari Jude Terry yang memanfaatkan umpan dari Deni Bouanga.
Namun, keberuntungan tidak berpihak pada LAFC. Di menit ke-42, gol yang dicetak Ryan Fortheus dianulir setelah pemeriksaan VAR menemukan adanya pelanggaran offside. Pada masa tambahan waktu, LAFC harus menelan pil pahit ketika Kevin Casey dari Portland mencetak gol penentu melalui sundulan kepala, yang membuat mereka menutup pertandingan dengan kekalahan.
Absennya Son Heung-min sangat terasa, mengingat kontribusinya yang luar biasa di musim ini, di mana ia tercatat menyumbang 2 gol dan 12 assist dalam 11 pertandingan. Ketika Son tidak ada, laju ofensif LAFC menjadi terhambat, dan mereka tidak mampu mengulangi performa gemilang yang biasanya ditampilkan saat Son berada di lapangan.
Meskipun tujuan rotasi pemain mungkin tercapai, yakni memberi waktu istirahat kepada pemain kunci, kehilangan tiga poin dan rekor tak terkalahkan menjadi harga yang harus dibayar. Ke depan, LAFC harus segera bangkit dan menemukan kembali ritme permainan mereka, terutama menjelang laga-laga penting di kompetisi mendatang.
(wk/timw)