Tottenham mengalami kekalahan 0-1 dari Sunderland di laga debut Roberto De Zerbi.
- Senin, 13 April 2026 - 02:05 WIB
WowKeren - Tottenham Hotspur mengalami kekalahan menyakitkan 0-1 dari Sunderland AFC dalam laga Premier League yang berlangsung pada 12 April 2026. Pertandingan ini merupakan debut pelatih baru mereka, Roberto De Zerbi, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Kekalahan ini membuat Tottenham tetap terpuruk di zona degradasi dengan posisi 18, sementara Sunderland berhasil meraih kemenangan penting untuk meningkatkan posisi mereka di klasemen.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadium of Light, Sunderland menurunkan skuad yang dipimpin oleh sejumlah pemain kunci seperti Brian Brobbey dan Harvey Diallo. Sementara itu, Roberto De Zerbi memilih untuk mempercayakan lini depan kepada Dominic Solanke dan Richarlison dalam susunan pemainnya. Sejak awal pertandingan, Tottenham berusaha mendominasi permainan dan menciptakan beberapa peluang, namun tidak ada yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Peluang emas Tottenham untuk mendapatkan penalti muncul di pertengahan babak pertama. Namun, setelah meninjau ulang melalui VAR, wasit membatalkan keputusan tersebut karena penilaian bahwa aksi Randall Kolo Muani dianggap terlalu berlebihan. Meski kedua tim menciptakan beberapa kesempatan, babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, momentum pertandingan berubah. Tottenham sempat mendapatkan kesempatan pertama, tetapi gagal memanfaatkan peluang tersebut. Di menit ke-61, Sunderland akhirnya berhasil mencetak gol melalui tendangan kuat Nordi Mukiele yang terdefleksi oleh pemain bertahan Tottenham, Cristian Romero, dan menembus gawang yang dijaga oleh Antonin Kinski. Gol tersebut menjadi momen yang sangat beruntung bagi Sunderland dan sangat disayangkan oleh Tottenham.
Setelah kebobolan, Tottenham berusaha bangkit dengan melakukan beberapa pergantian pemain untuk meningkatkan serangan. Namun, di menit ke-70, terjadi insiden ketika Romero bertabrakan dengan Kinski, yang membuatnya harus meninggalkan lapangan dengan air mata di matanya, menandakan betapa besarnya kekecewaannya.
Walaupun Tottenham berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan, usaha mereka selalu terhalang oleh performa gemilang kiper Sunderland. Meskipun tambahan waktu mencapai 11 menit, Tottenham tidak mampu menciptakan peluang berbahaya yang berarti. Akhirnya, Sunderland berhasil mempertahankan keunggulan satu gol hingga peluit panjang dibunyikan, mengakhiri pertandingan dengan kemenangan yang sangat krusial bagi mereka.
(wk/timw)