Kala Madali, putri Zaskia Adya Mecca, bersaksi di sidang militer dengan nuansa hangat.
- Kamis, 16 April 2026 - 16:05 WIB
WowKeren - Putri Zaskia Adya Mecca, Kala Madali, menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemukulan yang melibatkan karyawan ibunya, Faisal. Sidang ini diadakan di Pengadilan Militer, Cawang, Jakarta Timur pada Rabu, 15 April 2026. Dalam momen bersejarah ini, Zaskia membagikan pengalaman pertama Kala melalui unggahan di Instagram story-nya.
Dalam unggahan tersebut, Zaskia menjelaskan bahwa sidang kali ini digelar secara tertutup. Hal ini disebabkan karena Kala yang masih berusia 12 tahun, sehingga menjadi perlakuan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Ia menyatakan, "Sidang tertutup buat @kalamadali karena masih 12 tahun," yang menunjukkan perhatian dan perlindungan hukum bagi anak-anak yang terlibat dalam kasus hukum.
Menariknya, seluruh hakim, jaksa, dan petugas pengadilan mengenakan seragam batik untuk menciptakan suasana yang lebih rileks dan akrab. Dalam foto yang dibagikan Zaskia, terlihat mereka duduk mengelilingi Kala yang berada di kursi saksi, bukan di mimbar pengadilan seperti biasanya. Ini menambah nuansa hangat dalam sidang tersebut.
Sebelum sidang dimulai, Zaskia mengungkapkan bahwa terdakwa telah bertemu dengan keluarganya dan meminta maaf. Ia menegaskan bahwa terdakwa sudah mengakui kesalahannya dan merasa sangat menyesal atas tindakan yang telah dilakukan. Keluarga Zaskia pun memilih untuk memaafkan terdakwa, yang membuat suasana sidang menjadi lebih hangat. Zaskia menyatakan, "Jadi suasana sidang ini hangat," menunjukkan bahwa meskipun kasus ini serius, proses komunikasi yang baik tetap terjalin.
Kasus pemukulan ini terjadi pada 22 September 2025 lalu, di mana Kala dan Faisal menjadi korban. Tindakan pemukulan ini melibatkan seorang anggota TNI, sehingga proses hukum dilangsungkan di Pengadilan Militer. Meskipun telah ada saling memaafkan antara pihak keluarga dan terdakwa, Zaskia menegaskan bahwa mereka tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Dengan sidang yang berjalan dengan nuansa yang lebih bersahabat, diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga, terutama bagi anak-anak yang terlibat dalam situasi serupa. Penghormatan terhadap proses hukum dan perlindungan anak adalah dua aspek penting yang harus selalu dijunjung tinggi dalam setiap kasus hukum.
(wk/timw)