New York Mets terpuruk dengan kekalahan beruntun ke-10, mencatat rekor buruk sejak 2004.
- Minggu, 19 April 2026 - 06:31 WIB
WowKeren - New York Mets mengalami masa sulit setelah mengalami kekalahan ke-10 secara beruntun, sebuah rekor yang pertama kali terjadi sejak 2004. Pada pertandingan yang digelar di Wrigley Field, Chicago, pada 19 April 2026, Mets kalah dari Chicago Cubs dengan skor 2-4. Kekalahan ini membuat mereka mencatatkan dua digit kekalahan beruntun, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam lebih dari dua dekade.
Dalam pertandingan ini, pitcher Freddy Peralta yang diharapkan dapat menghentikan laju buruk Mets, tidak berhasil memenuhi ekspektasi. Meskipun awalnya ia menunjukkan performa yang cukup baik, dengan hanya menerima satu home run dari Ian Happ di inning kedua, situasi berubah drastis di inning keenam. Setelah memberikan beberapa walk, Peralta ditarik keluar setelah 93 lemparan. Brooks Raley, pitcher yang didatangkan dari KBO, masuk dan langsung menerima home run tiga run dari Carson Kelly, yang menjadi penentu kekalahan Mets.
Mets juga mengalami kesulitan di sisi ofensif, hanya mampu mencetak dua run dalam enam pertandingan terakhir mereka. Hanya satu home run yang dicetak oleh Mark Vientos di inning kedua yang menjadi satu-satunya dukungan bagi tim. Meskipun mereka menambah satu run lewat kesalahan lawan di inning kedelapan, Mets tetap tidak mampu melakukan perubahan di inning terakhir, dengan kembali mengalami strikeout.
Situasi ini sangat mengecewakan bagi para penggemar Mets, terutama karena tim ini merupakan yang paling banyak mengeluarkan dana di Major League Baseball (MLB) musim ini. Berdasarkan laporan AP, Mets mengeluarkan total gaji 352,2 juta dolar, menjadikannya pemimpin dalam pengeluaran gaji selama empat tahun berturut-turut. Keberadaan superstar seperti Juan Soto yang dikenal dengan gelar '1 Triliun Won Man' turut menambah ekspektasi tinggi dari para penggemar. Sementara itu, rival mereka, Los Angeles Dodgers dan New York Yankees, berada di posisi ketiga dan keempat dalam hal pengeluaran gaji.
Presiden tim, David Stearns, sebelumnya menunjukkan kepercayaan kepada manajer tim meskipun mereka mengalami kekalahan beruntun. Ia mengatakan, “Mendi adalah sosok yang sangat baik. Ia telah menempatkan pemain dalam posisi untuk sukses dan menunjukkan kepemimpinan yang konsisten.” Namun, saat ini semua mata tertuju pada tim untuk segera bangkit dari situasi yang sangat merugikan ini.
(wk/timw)