Harry Winks terlibat argumen dengan fans di Leicester setelah timnya terancam terdegradasi.
- Minggu, 19 April 2026 - 13:03 WIB
WowKeren - Harry Winks, pemain Leicester City yang sebelumnya merupakan rekan setim Son Heung Min di Tottenham Hotspur, baru-baru ini terlibat dalam insiden emosional dengan para penggemar setelah timnya mengalami kekalahan yang menyakitkan. Dalam pertandingan yang berlangsung pada 18 April 2026, Leicester kalah 0-1 dari Portsmouth, membuat mereka semakin terancam terdegradasi ke divisi ketiga.
Kekalahan tersebut menempatkan Leicester dalam situasi sulit, di mana mereka kini berada di urutan 23 klasemen dengan 18 kekalahan di musim ini. Situasi ini jelas menambah tekanan bagi Winks dan timnya, yang sebelumnya diharapkan dapat bangkit setelah terdegradasi dari Premier League musim lalu. Dengan hanya beberapa pertandingan tersisa, peluang Leicester untuk selamat dari zona degradasi kian menipis.
Setelah pertandingan, insiden terjadi saat Winks menuju bus tim. Ia terlibat dalam argumen sengit dengan para penggemar yang hadir untuk mendukung timnya. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat Winks tidak dapat menahan emosinya dan membalas ejekan dari fans, menciptakan suasana yang tegang. Hal ini sangat kontras dengan citra Winks yang dikenal sebagai sosok yang disiplin dan penuh dedikasi selama kariernya di Tottenham.
Winks, yang bergabung dengan Leicester dengan biaya transfer sekitar 10 juta poundsterling pada musim panas lalu, diharapkan dapat membantu tim dalam proses pemulihan. Meskipun telah tampil dalam lebih dari 100 pertandingan untuk Leicester, kontribusinya belum cukup untuk menghentikan laju buruk tim. Musim ini, ia sudah memainkan lebih dari 30 pertandingan, tetapi meskipun berjuang keras, Leicester tetap terjerat dalam ancaman degradasi.
Keberlangsungan Leicester di liga bergantung pada hasil pertandingan mereka dan juga hasil dari tim lain. Jika mereka gagal meraih kemenangan melawan Hull City di pertandingan mendatang, kemungkinan besar Leicester akan resmi terdegradasi ke liga ketiga. Pelatih sementara Gary Rowett menyatakan, "Masih ada harapan, tetapi kami harus bergantung pada hasil tim lain juga," mengakui betapa sulitnya situasi yang dihadapi timnya.
Ironisnya, Tottenham Hotspur, klub yang ditinggalkan Winks, juga sedang berjuang melawan ancaman degradasi di Premier League. Mereka saat ini berada di urutan 18 klasemen dan setelah hasil imbang 2-2 melawan Brighton, Tottenham masih terjebak dalam rentetan 15 pertandingan tanpa kemenangan. Dengan hanya 31 poin, mereka terus berjuang untuk keluar dari zona merah.
(wk/timw)