Hasil autopsi mengungkap penyebab kematian Celeste Rivas yang mengenaskan.
- Kamis, 23 April 2026 - 12:35 WIB
WowKeren - Kasus pembunuhan remaja berusia 14 tahun, Celeste Rivas Hernandez, yang melibatkan penyanyi D4vd, memasuki fase baru setelah hasil autopsi resmi dirilis. Laporan dari Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles mengungkap bahwa penyebab kematian Celeste adalah akibat dari banyaknya luka tusuk pada tubuhnya, termasuk dua luka utama di bagian torso yang melukai organ vital.
Hasil autopsi menunjukkan bahwa Celeste mengalami dua luka tusuk signifikan, satu di perut kanan yang melukai hati dan satu lagi di dada kiri yang merusak tulang rusuk sekitarnya. Selain itu, tubuh Celeste ditemukan dalam kondisi dimutilasi di bagian lengan dan kaki, menambah keparahan kasus ini.
Otoritas setempat menetapkan kematian Celeste sebagai pembunuhan. Dalam analisis toksikologi, ditemukan kadar etanol rendah dalam jaringan hati korban. Namun, temuan tersebut tidak dianggap berkontribusi terhadap penyebab kematian dan kemungkinan berasal dari proses pascakematian atau konsumsi sebelum meninggal.
Selain itu, tes awal menunjukkan hasil positif terhadap beberapa zat seperti benzodiazepin, metamfetamin, dan MDMA. Meskipun demikian, hasil pengujian lanjutan tidak menemukan keberadaan zat-zat tersebut secara pasti, sementara beberapa pengujian lainnya tidak dapat disimpulkan karena adanya zat pengganggu.
Laporan autopsi, yang terdiri dari 26 halaman, dirilis pada 22 April 2026, setelah sebelumnya disegel selama berbulan-bulan. Publikasi dokumen ini terjadi setelah D4vd, yang memiliki nama asli David Anthony Burke, didakwa atas pembunuhan Celeste.
Kasus pembunuhan ini bermula dari penemuan jasad Celeste yang telah dimutilasi di dalam bagasi mobil Tesla yang disita pada tahun 2025. Mobil tersebut terdaftar atas nama Burke. Penyelidikan awal berjalan lambat karena penyebab kematian tidak dapat dipastikan. Pada September 2025, kepolisian Los Angeles bahkan menyatakan belum ada tersangka yang ditetapkan.
Belakangan, terungkap bahwa Celeste diduga merupakan saksi dalam kasus lain yang melibatkan Burke, terkait dugaan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur. Kasus ini mencuri perhatian publik dan menjadi sorotan media, mengingat kejahatan yang melibatkan remaja dan kehadiran seorang publik figur dalam konteks tersebut.
(wk/timw)