Lim Ji Yeon dan Heo Nam Jun menunjukkan chemistry mereka menjelang drama baru 'My Royal Nemesis'.
- Jumat, 24 April 2026 - 10:04 WIB
WowKeren - Lim Ji Yeon dan Heo Nam Jun baru-baru ini memberikan bocoran menarik tentang chemistry mereka menjelang perilisan drama terbaru berjudul My Royal Nemesis. Keduanya tampil dalam pemotretan dan wawancara untuk edisi Mei ELLE Korea, menjelang pemutaran perdana drama yang dijadwalkan pada 8 Mei 2026 pukul 21:50 KST.
Pemotretan ini menggabungkan elemen tradisional Korea dengan sentuhan modern, menciptakan suasana yang stylish dan ceria, sejalan dengan tema drama tersebut. My Royal Nemesis mengisahkan seorang aktris yang tak dikenal yang terhimpun dengan jiwa seorang penjahat terkenal dari era Joseon serta seorang pewaris chaebol yang dijuluki 'monster kapitalisme', dan bagaimana hubungan mereka berkembang dalam pertarungan yang penuh risiko.
Dalam wawancara tersebut, Lim Ji Yeon menjelaskan perannya sebagai Shin Seori, menggambarkan karakternya sebagai “seorang wanita yang memiliki jiwa penjahat dari era Joseon dan wanita modern yang ada dalam dirinya.” Ia menambahkan, “Saya tidak memisahkan kedua karakter tersebut, melainkan melihatnya sebagai satu karakter yang berevolusi seiring waktu.” Menurutnya, pengenalan cinta dalam cerita membuat karakter ini terasa lebih kompleks dan utuh.
Heo Nam Jun, yang memerankan Cha Segye, menggambarkan karakternya sebagai sosok yang lebih mengedepankan logika ketimbang emosi. “Dia mengevaluasi setiap hubungan berdasarkan keuntungan dan kelangsungan hidup,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sifat Seori yang tidak terduga dan tidak terhitung merupakan elemen yang mulai meruntuhkan pertahanannya.
Kedua aktor ini saling memberikan pujian tinggi satu sama lain, menyoroti kepercayaan yang mereka bangun saat membentuk adegan bersama. Lim mengingat momen emosional yang mereka filmkan di Jeju sebagai hal yang sangat berkesan, sementara Heo mengaku sangat bergantung pada rekan mainnya sepanjang proses syuting.
Ketika diminta untuk merangkum hubungan karakter mereka dalam satu gambar, keduanya memberikan metafora yang cukup menarik. Lim membandingkannya dengan “kopi dingin dan es krim—dua hal dingin yang bersatu untuk menciptakan rasa yang lebih dalam,” sementara Heo menggambarkannya sebagai “merah burgundy—intens, tetapi semakin lembut saat bercampur.”
(wk/timw)