Stok Cadangan Beras Pemerintah Indonesia tembus 5 juta ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
- Jumat, 24 April 2026 - 10:35 WIB
WowKeren - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengumumkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia telah mencapai 5 juta ton per 23 April 2026. Capaian ini dianggap sebagai rekor tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia dan merupakan hasil dari kebijakan penguatan produksi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta, Sudaryono menegaskan bahwa total cadangan beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog mencapai angka 5.000.198 ton. "Ini rekor tertinggi sepanjang sejarah, tertinggi sepanjang Bulog ada, dan tertinggi sepanjang Republik ini berdiri," ujarnya saat melakukan peninjauan di Gudang Bulog Sukamaju, Kota Palembang.
Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak baru dalam ketahanan pangan nasional. Ia menekankan bahwa angka tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang berhasil menggenjot produksi dan memperbaiki jalur distribusi beras dalam negeri.
Untuk memastikan kualitas dari stok beras tersebut, Sudaryono bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan langsung ke sejumlah gudang di daerah, termasuk di Karawang, Jawa Barat. "Tadi saya sudah keliling, termasuk bersama Pak Mentan Andi Amran Sulaiman di Karawang. Kami mengecek langsung kualitasnya, ada yang sudah satu tahun, ada yang enam bulan, semua dalam kondisi baik dan bebas kutu. Saya cek secara acak, bahkan karung yang masih tersegel saya minta dibuka untuk memastikan mutunya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sudaryono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPN HKTI menjelaskan bahwa stok beras jumbo ini akan dikelola menggunakan sistem first in, first out (FIFO) untuk mendukung program bantuan pangan masyarakat. Keberadaan stok ini sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasar.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja produksi padi nasional menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, produksi beras nasional meningkat sebesar 4,07 juta ton atau sekitar 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai total 34,69 juta ton. Peningkatan ini didorong oleh perluasan areal tanam dan intensifikasi pertanian.
"Selamat untuk petani Indonesia. Prestasi ini harus kita jaga dan pertanggungjawabkan dengan baik di hadapan seluruh rakyat," tutup Sudaryono, yang berasal dari Grobogan.
(wk/timw)