Mantan karyawan MrBeast mengajukan gugatan terkait pelecehan seksual dan diskriminasi.
- Jumat, 24 April 2026 - 11:36 WIB
WowKeren - Perusahaan yang dimiliki oleh Jimmy Donaldson, lebih dikenal sebagai MrBeast, kini tengah menghadapi gugatan serius dari mantan karyawan bernama Lorrayne Mavromatis. Tuduhan yang diajukan mencakup pelecehan seksual dan diskriminasi terkait kehamilan, setelah Mavromatis dipecat setelah kembali dari cuti melahirkan.
Mavromatis, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala kreatif di Beast Industries, menggambarkan perusahaan tersebut sebagai 'klub laki-laki'. Ia menuduh bahwa banyak karyawan perempuan mengalami pelecehan seksual dari atasan mereka. Dalam pengaduannya, Mavromatis menyatakan bahwa para pemimpin perusahaan sering kali memberikan komentar tidak pantas mengenai penampilan pegawai perempuan.
Menurut laporan yang dikutip dari The Hollywood Reporter, Mavromatis mengajukan gugatan di pengadilan federal Carolina Utara pada Rabu, 22 April 2026. Meskipun dalam gugatan tersebut ia tidak mencantumkan nama asli MrBeast, ia menegaskan bahwa tindakan perusahaan telah melanggar Undang-Undang Cuti Keluarga dan Medis serta menyebabkan penderitaan emosional yang signifikan.
Sejak bergabung dengan perusahaan pada Juli 2022, Mavromatis memiliki perjalanan karir yang cukup signifikan. Ia awalnya direkrut sebagai kepala Instagram dan kemudian dipromosikan menjadi kepala kreatif dengan gaji mencapai US$250 ribu. Namun, ia mengklaim telah mengalami penurunan jabatan dan rotasi posisi sebagai bentuk pembalasan setelah mengajukan keluhan terhadap perilaku tidak pantas yang dialaminya.
Salah satu insiden yang diungkap Mavromatis adalah ketika CEO James Warren diduga melecehkannya dalam pertemuan tertutup di rumah Warren. Dalam pertemuan tersebut, Warren juga dilaporkan mengomentari penampilan Mavromatis, menyebutnya sebagai 'wanita cantik' dan mengklaim penampilannya memiliki 'efek seksual tertentu' terhadap MrBeast.
Mavromatis juga menyoroti adanya buku panduan perusahaan yang dianggap tidak sensitif, di mana terdapat pernyataan 'tidak bukan berarti tidak' dan 'jumlah jam kerja Anda tidak relevan'. Ia menilai buku panduan ini menunjukkan kurangnya upaya perusahaan dalam menangani masalah pelecehan seksual dan diskriminasi.
Setelah mengajukan keluhan resmi terhadap Warren dan MrBeast, Mavromatis mengklaim bahwa tidak ada proses yang memadai untuk melaporkan insiden tersebut. Ia menuturkan bahwa setelah penyelidikan internal dilakukan, posisinya justru diturunkan menjadi manajer media sosial untuk bagian merchandise pada tahun lalu.
Ketika Mavromatis mengambil cuti untuk kehamilan, ia diminta oleh atasannya untuk menyelesaikan beberapa proyek, termasuk perjalanan dinas ke Brasil. Namun, tiga minggu setelah ia kembali dari cuti, ia menerima pemberitahuan pemecatan.
Pihak MrBeast telah membantah semua tuduhan yang diajukan oleh Mavromatis. Mereka menyatakan bahwa klaim tersebut dianggap sebagai upaya yang direkayasa untuk menarik perhatian media dan untuk meraih keuntungan finansial yang besar.
Kasus ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak perempuan di tempat kerja, terutama terkait masalah pelecehan seksual dan diskriminasi. Mavromatis berharap melalui gugatan ini, dapat membawa perubahan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan kerja yang aman bagi semua karyawan.
(wk/timw)