An Se Young diyakini akan tetap berprestasi meski ada perubahan aturan di BWF.
- Sabtu, 02 Mei 2026 - 08:02 WIB
WowKeren - Di tengah perubahan besar dalam dunia bulu tangkis, An Se Young tetap diyakini akan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain terbaik. Meski Badminton World Federation (BWF) baru saja mengumumkan penerapan sistem skor baru '15 poin 3 game', banyak analis percaya bahwa masa kejayaan An Se Young tidak akan terganggu.
Pada tanggal 25 April 2026, BWF mengadakan rapat tahunan di Horsens, Denmark, dan berhasil mengesahkan perubahan format permainan yang telah berlaku selama lebih dari 20 tahun. Sistem baru ini, yang akan mulai diterapkan pada 4 Januari 2027, diharapkan dapat mengurangi beban fisik pada pemain, terutama bagi para veteran.
Menurut laporan dari media Tiongkok, 'Zhengqiang Wanbao', perubahan sistem ini mungkin akan memberi tantangan bagi pemain yang dikenal sebagai 'slow starter' seperti An Se Young. Namun, banyak yang percaya bahwa pemain-pemain papan atas seperti dia akan cepat beradaptasi terhadap perubahan ini. 'Meskipun pemain dengan gaya permainan yang lambat mungkin akan kesulitan, An Se Young dan atlet kelas dunia lainnya diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat,' tulis media tersebut.
Dalam sistem 21 poin yang berlaku saat ini, pertandingan sering kali berlangsung sangat lama, terkadang mencapai lebih dari 90 menit untuk tunggal putra. Dengan penerapan sistem 15 poin, waktu pertandingan diperkirakan akan berkurang sebesar 30 hingga 40 persen, menjadi antara 35 hingga 50 menit. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para pemain yang harus mengikuti setidaknya 12 turnamen setiap tahunnya.
Direktur tim bulu tangkis pria Tiongkok, Xiang Yang, juga memberikan pandangannya mengenai perubahan ini. 'Dengan sistem baru, pemain harus lebih cepat berkonsentrasi dan terlibat dalam permainan sejak awal. Gaya permainan yang lebih agresif akan muncul, meningkatkan kesenangan bagi penonton,' ujar Xiang Yang.
Berdasarkan data BWF, pengurangan waktu pertandingan dapat mengurangi risiko cedera sendi hingga 18 persen, yang berpengaruh besar terhadap masa karir atlet. Meskipun ada yang mengatakan bahwa inti dari masalah ini adalah padatnya jadwal pertandingan, banyak yang berpendapat bahwa pengurangan waktu permainan adalah solusi yang lebih realistis dalam situasi saat ini.
Atlet legendaris Tiongkok, Zheng Siwei, yang mengumpulkan medali emas dan perak di Olimpiade, juga berbicara mengenai perubahan ini. 'Saya merasa saya harus menunggu reformasi BWF sebelum pensiun. Sistem baru ini jelas menguntungkan pemain veteran dan membantu mengurangi cedera, sehingga memperpanjang karir mereka,' ujarnya dalam sebuah wawancara.
Xiang Yang menekankan pentingnya adaptasi cepat pemain terhadap format baru ini, terutama di awal pertandingan. 'Pemain seperti An Se Young yang biasanya lambat dalam memulai harus segera menemukan ritme mereka, terutama di awal pertandingan yang akan lebih ketat dan menuntut fokus tinggi,' tambahnya. 'Jika tidak, mereka bisa mengalami tekanan psikologis yang besar.'
Dengan semua perubahan ini, kompetisi di dunia bulu tangkis diharapkan akan semakin menarik dan menantang bagi semua pemain, termasuk An Se Young. Pemain-pemain top diharapkan tidak hanya bisa beradaptasi dengan cepat tetapi juga terus meningkatkan performa mereka di arena internasional.
(wk/timw)