Seorang juara karate Iran dihukum mati setelah ditangkap dalam aksi protes anti-pemerintah.
- Minggu, 03 Mei 2026 - 14:11 WIB
WowKeren - Seorang juara karate berusia 21 tahun, Sasan Azadbar, telah dieksekusi mati setelah ditangkap karena berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Iran. Eksekusi yang terjadi pada 30 April 2026 ini mengejutkan banyak pihak di seluruh dunia, terutama karena proses hukum yang dianggap tidak adil.
Menurut laporan dari media Eropa, EuroNews, eksekusi Sasan dilakukan di penjara Dastgerd di Isfahan. Keluarga Sasan yang dihubungi oleh organisasi hak asasi manusia, Kahrana, mengatakan bahwa pemakaman Sasan dijaga ketat oleh pihak berwajib, dan hanya sepuluh kerabat yang diizinkan untuk hadir. Ini menunjukkan betapa ketatnya pengawasan terhadap kasus ini.
Alasan resmi di balik eksekusi Sasan adalah 'musuh Tuhan' dan 'kolaborasi dengan musuh'. Media pemerintah Iran, Mizan, melaporkan bahwa Sasan didakwa merusak kendaraan keamanan dan melempar batu ke arah polisi selama demonstrasi pada Januari 2026.
Proses hukum yang dijalani Sasan sangat dipertanyakan. Ia ditangkap pada bulan Januari dan hanya dalam waktu kurang dari empat bulan, ia sudah dieksekusi. Pada 20 April 2026, Mahkamah Agung Iran menjatuhkan hukuman mati, dan sepuluh hari kemudian, eksekusi dilakukan. Banyak pihak menganggap ini sebagai tindakan yang tidak seharusnya terjadi di abad ke-21.
Meski pengadilan mengklaim bahwa prosesnya adil dengan kehadiran pengacara, namun rincian tentang proses hukum tersebut sangat minim. Organisasi hak asasi manusia, Hengaw, mengungkapkan bahwa Sasan mengalami penyiksaan fisik dan mental selama masa penahanannya dan dipaksa untuk memberikan pengakuan yang merugikan dirinya. Pengakuan ini kemudian dijadikan dasar untuk vonis hukuman mati.
Sebelum terlibat dalam aksi protes, Sasan Azadbar dikenal sebagai talenta menjanjikan dalam dunia karate. Ia pernah menjuarai kejuaraan karate provinsi Isfahan dan dikenal sangat bersemangat dalam olahraga tersebut. Berita tentang kematiannya kini menyebar cepat di media sosial, termasuk Instagram dan Facebook, menarik perhatian banyak orang.
Situasi di Iran semakin memburuk sejak dimulainya ketegangan antara negara tersebut dan Amerika Serikat. Di tengah konflik ini, tindakan repressif terhadap para pembangkang dan pengunjuk rasa semakin meningkat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa sejak pecahnya perang, setidaknya 21 orang telah dieksekusi dan lebih dari 4.000 orang ditangkap oleh pihak berwenang Iran. Amnesty International juga mencatat bahwa dalam beberapa minggu terakhir, setidaknya 19 eksekusi telah dilaksanakan.
(wk/timw)