INAC Kobe Leonessa mencetak sejarah dengan pelatih wanita pertama yang mengantarkan tim meraih juara.
- Senin, 04 Mei 2026 - 06:06 WIB
WowKeren - INAC Kobe Leonessa, tim sepak bola wanita terkemuka di Jepang, baru saja menorehkan sejarah baru dengan meraih gelar juara WE League. Tim yang dilatih oleh Miyamoto Tomomi ini menjadi tim pertama yang dipimpin oleh pelatih wanita untuk memenangkan liga, setelah berhasil mengalahkan AC Nagano dengan skor 5-1 dalam pertandingan pada 3 Mei 2026.
Kemenangan ini memastikan INAC Kobe Leonessa meraih gelar juara untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka, dengan selisih 9 poin dari peringkat kedua, Urawa Reds. Hal ini menegaskan dominasi mereka di liga, serta menunjukkan kemampuan pelatih wanita dalam memimpin tim sepak bola ke puncak prestasi.
Miyamoto Tomomi, pelatih yang berhasil membawa INAC Kobe Leonessa meraih gelar, mengatakan, "Saya sangat bangga bisa memimpin tim ini dan meraih gelar juara. Ini adalah langkah penting untuk perempuan dalam dunia sepak bola, dan saya berharap bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang."
Pencapaian ini juga menjadi sorotan dalam konteks perbandingan dengan liga sepak bola wanita di Korea Selatan. Meskipun Korea memiliki pemain bintang seperti Ji So Yun, masih banyak yang menilai bahwa sistem pelatihan pelatih wanita di Korea belum sebaik Jepang. Saat ini, liga Korea masih terjebak dalam sistem amatir yang memerlukan perubahan struktural untuk berkembang lebih jauh.
Kemenangan INAC Kobe Leonessa dengan dukungan penuh dari penggemar di stadion menunjukkan pentingnya pengembangan pelatih dan kualitas liga. Tim ini tidak hanya bergantung pada beberapa pemain bintang, tetapi juga menunjukkan perlunya peningkatan kualitas secara keseluruhan dalam liga.
Perbedaan antara sepak bola wanita di Jepang dan Korea juga terlihat dalam cara kedua negara mengembangkan industri sepak bola mereka. Jepang telah membangun sistem yang terencana dan berkelanjutan, dengan investasi yang terus dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Jepang untuk memperkuat liga dan pengembangan pemain muda. Mereka memiliki visi untuk menjadi tuan rumah dan juara Piala Dunia pada 2050 mendatang.
Di sisi lain, prestasi tim nasional Jepang di bawah asuhan Moriyasu Hajime menunjukkan bahwa perbedaan ini mungkin akan semakin terlihat dalam kompetisi internasional mendatang, termasuk Piala Dunia 2026. Saat ini, banyak yang percaya bahwa Jepang akan memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan Korea dalam turnamen tersebut.
(wk/timw)