KQ Entertainment dan VLAST tumbuh pesat di industri hiburan Korea, dengan strategi yang berbeda.
- Selasa, 05 Mei 2026 - 04:38 WIB
WowKeren - Pada tahun 2025, KQ Entertainment dan VLAST mencuri perhatian di industri hiburan Korea dengan pertumbuhan yang signifikan. KQ Entertainment, yang berada di peringkat ke-9 dari 30 perusahaan hiburan teratas, mencatatkan pendapatan sebesar 145,5 miliar won (sekitar 98.800 USD), didorong oleh keberhasilan grup K-Pop ATEEZ yang fokus pada pasar global.
Kenaikan pendapatan KQ Entertainment terbilang luar biasa, meningkat lebih dari 12 kali lipat sejak 2020. Perusahaan ini juga berhasil mempertahankan profitabilitas selama lima tahun berturut-turut. Namun, tahun lalu, margin keuntungan mereka mengalami penurunan, dengan laba operasional yang jatuh menjadi 10 miliar won dan margin operasional menyusut dari 10,8% menjadi 6,9%.
Penyebab utama penurunan tersebut adalah penjualan album yang melemah, di mana angka penjualan turun 48,3% dibandingkan tahun sebelumnya, setelah perilisan album ATEEZ pada bulan Juni yang tidak memenuhi ekspektasi. Laba dari penjualan album juga merosot tajam dari 4,8 miliar won menjadi hanya 800 juta won.
Sementara itu, VLAST, perusahaan independen lainnya, menunjukkan laju pertumbuhan yang lebih cepat dan berhasil meraih peringkat ke-12 dengan pendapatan sebesar 85,5 miliar won, bahkan melampaui beberapa anak perusahaan label besar. Didirikan pada tahun 2022, VLAST telah berkembang lebih dari 120 kali lipat dalam waktu hanya tiga tahun, mencatatkan tingkat pertumbuhan tertinggi di antara 30 perusahaan hiburan teratas tahun lalu.
Keunggulan VLAST terletak pada profitabilitasnya. Perusahaan ini mencatatkan margin operasional sebesar 23,6%, tetap di atas 20% selama dua tahun berturut-turut, yang merupakan salah satu kinerja terbaik di industri. Keberhasilan ini sebagian besar disebabkan oleh grup inti mereka, PLAVE, yang terdiri dari karakter animasi sebagai idol virtual, bukan penampil manusia. Dengan mengurangi biaya untuk styling, keamanan, dan staf di lokasi, grup ini dapat menghasilkan margin yang jauh lebih tinggi dari aktivitas yang serupa.
Meskipun merupakan grup virtual, PLAVE berhasil tampil setara dengan artis papan atas. Mini album keempat mereka yang dirilis bulan ini terjual 1,25 juta kopi dalam minggu pertama, menempatkan mereka sejajar dengan grup-grup seperti EXO dan IVE.
Seiring industri terus berkembang, KQ dan VLAST menunjukkan dua cara berbeda untuk mencapai kesuksesan—satu dibangun di atas kekuatan tur global, dan yang lainnya pada model efisien biaya yang didorong oleh teknologi.
(wk/timw)