BTS disambut meriah oleh 50.000 fans di Meksiko City dan bertemu Presiden Meksiko.
- Kamis, 07 Mei 2026 - 14:08 WIB
WowKeren - Grup K-Pop terkenal, BTS, baru saja menghangatkan Meksiko City dengan sambutan luar biasa dari sekitar 50.000 penggemar menjelang konser mereka. Pada 6 Mei 2026, BTS bertemu dengan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, di kantor kepresidenan, yang merupakan hasil dari undangan resmi dari presiden tersebut dan berlangsung selama sekitar 40 menit.
Pemerintah Meksiko memberikan penghormatan kepada BTS sebagai 'tamu kehormatan' dan menyerahkan plakat penghargaan. Dalam plakat tersebut, dinyatakan bahwa BTS telah menginspirasi generasi muda Meksiko melalui musik mereka, serta berkontribusi dalam membangun komunitas yang menghargai rasa hormat, empati, keragaman, dan budaya perdamaian.
Setelah pertemuan, ketujuh anggota BTS keluar ke balkon dan menyapa kerumunan yang berkumpul di Plaza de la Constitución. Mereka menyampaikan rasa rindu mereka kepada Meksiko dalam bahasa Spanyol, mengungkapkan, "Energi di sini luar biasa. Terima kasih atas dukungannya." Sebagai balasannya, kerumunan memberikan sambutan hangat dengan sorakan meriah.
Kehadiran BTS di Meksiko City menyebabkan keramaian luar biasa di pusat kota, di mana banyak penggemar memegang spanduk bertuliskan, "BTS selamanya ada di hati Meksiko." Melihat hal itu, anggota BTS menyapa penggemar dengan tangan serta membuat hati dengan jari, sambil tersenyum lebar.
Setelah pertemuan tersebut, Presiden Sheinbaum mengunggah di media sosialnya, "Kami sangat senang menyambut grup yang paling dicintai oleh generasi muda Meksiko. Musik BTS dan nilai-nilai yang mereka sampaikan menghubungkan Meksiko dan Korea Selatan."
Kunjungan BTS ini dilakukan sebelum mereka mengadakan konser di Meksiko, yang dijadwalkan berlangsung pada 7, 9, dan 10 Mei di Estadio GNP Seguros. Tiket untuk ketiga konser tersebut telah terjual habis.
Kunjungan BTS ke Meksiko diharapkan memberikan dampak positif bagi ekonomi setempat. Kamar Dagang Meksiko City memperkirakan bahwa konser ini akan menghasilkan dampak ekonomi sekitar 1,75 juta dolar AS (sekitar 1,557 triliun rupiah).
(wk/timw)