Lisa dan Ningning mendapat kritik serta dukungan setelah kehadiran di Met Gala 2026.
- Jumat, 08 Mei 2026 - 02:05 WIB
WowKeren - Lisa dari BLACKPINK dan Ningning dari aespa menjadi sorotan setelah perilaku mereka di Met Gala 2026 dan setelahparty yang diadakan pada 4 Mei 2026. Kehadiran mereka dalam acara tersebut, bersama Karina aespa, memicu berbagai reaksi dari penggemar dan netizen.
Setelah acara utama, Lisa dan Ningning terlihat berdansa di salah satu setelahparty yang membuat banyak orang terkejut. Momen tersebut ditangkap dalam beberapa unggahan, termasuk di Twitter, yang menunjukkan kedekatan mereka di acara tersebut.
Namun, di balik kegembiraan tersebut, muncul kritik terhadap apa yang terjadi di setelahparty yang diadakan di The Box. Venue ini dikenal dengan pertunjukan yang risqué, termasuk burlesque dan drag shows. Beberapa foto yang beredar menunjukkan lebih banyak ‘ekspose’ dari yang diharapkan, dan beberapa netizen bahkan menyebutnya sebagai ‘striptease’.
Berdasarkan peraturan yang berlaku di Tiongkok, selebriti dilarang terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan konten eksplisit. Dalam situasi sebelumnya, beberapa selebriti yang menyaksikan pertunjukan Lisa di Crazy Horse juga menghadapi larangan, dan kini ada seruan agar Lisa dan Ningning dikenakan sanksi yang sama.
Namun, ada juga pendapat yang mempertahankan kedua idol ini. Mereka berargumen bahwa tidak ada pertunjukan telanjang yang terjadi di acara tersebut dan bahwa reaksi untuk memblacklist mereka adalah tindakan yang berlebihan. Menurut mereka, acara yang diadakan oleh Kate Moss dan Teyana Taylor tidak mencakup unsur tersebut dalam deskripsi resmi.
Dengan berbagai reaksi yang muncul, baik dukungan maupun kritik, situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya pandangan publik terhadap perilaku selebriti di acara-acara besar. Penggemar pun bersikap beragam, dengan beberapa yang mendukung tindakan Lisa dan Ningning, sementara yang lain meminta tindakan tegas dari pihak berwenang.
Berikut video yang diunggah mengenai momen kedekatan Lisa dan Ningning di setelahparty...
Situasi ini juga mengingatkan kita akan betapa ketatnya standar yang harus dihadapi para selebriti, terutama yang berasal dari Tiongkok dan sekitarnya. Mereka sering kali terikat oleh peraturan yang membatasi kebebasan berekspresi dalam penampilan dan perilaku mereka di depan publik.
Di sisi lain, banyak penggemar yang merasa bahwa tindakan mengecam idol mereka adalah sesuatu yang tidak perlu dan hanya berdasarkan asumsi. Hal ini menimbulkan perdebatan yang berlangsung di media sosial mengenai batasan antara seni, hiburan, dan moralitas publik.
Dengan demikian, reaksi yang ditunjukkan oleh publik terhadap Lisa dan Ningning mencerminkan bagaimana budaya K-Pop dan perilaku artisnya terus diperiksa dan dikritik dalam konteks yang lebih luas, terutama di era di mana media sosial memberikan kekuatan bagi suara publik untuk berpengaruh lebih besar.
Ke depan, kita perlu melihat bagaimana situasi ini akan berkembang dan apakah akan ada langkah-langkah yang diambil oleh agensi atau individu terkait. K-Pop adalah industri yang dinamis, dan setiap tindakan bisa berimplikasi besar bagi karier para idol.
(wk/timw)