Hwang Si Hyuk menghadapi tantangan hukum baru saat permohonan penahanannya ditolak lagi.
- Jumat, 08 Mei 2026 - 04:39 WIB
WowKeren - Hwang Si Hyuk, pendiri dan CEO HYBE, kembali menghadapi masalah hukum setelah permohonan penahanan yang diajukan pihak kepolisian ditolak oleh kejaksaan. Pada 7 Mei 2026, Kejaksaan Seoul Selatan mengumumkan bahwa mereka menolak permohonan penahanan yang diajukan oleh Tim Penyidik Kejahatan Keuangan Polres Seoul terkait dugaan penipuan dalam transaksi pasar modal.
Pihak kejaksaan menjelaskan bahwa penolakan ini dikarenakan hasil pemeriksaan yang tidak memenuhi syarat yang diperlukan untuk mengajukan penahanan. "Setelah mempertimbangkan permohonan penahanan, kami menemukan bahwa tidak ada cukup bukti yang mendukung kebutuhan untuk menahan yang bersangkutan," ungkap pihak kejaksaan.
Sebelumnya, pada 30 April 2026, polisi telah mengajukan permohonan penahanan untuk Hwang Si Hyuk, yang dituduh melakukan penipuan dalam proses penawaran umum perdana (IPO) HYBE pada 2019. Ia diduga telah menyesatkan para investor dengan menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk melakukan IPO, sementara pada saat yang sama mendorong mereka untuk menjual saham mereka kepada dana investasi swasta yang terkait dengan dirinya.
Permohonan penahanan ini merupakan upaya kedua setelah kejaksaan sebelumnya menolak permohonan serupa pada 24 April 2026 dengan alasan bahwa bukti yang ada tidak cukup untuk mendukung kebutuhan penahanan. Kini, pihak kepolisian mengajukan kembali permohonan tersebut hanya enam hari setelah penolakan pertama.
Kasus ini menyoroti ketegangan antara pihak kepolisian dan kejaksaan dalam menangani isu-isu keuangan dan hukum yang melibatkan tokoh penting di industri hiburan Korea Selatan. Dengan banyaknya perhatian publik terhadap kasus ini, langkah selanjutnya dari pihak kepolisian dan kejaksaan akan menjadi sorotan, terutama bagi para penggemar yang mengikuti perkembangan dunia K-Pop dan bisnis di baliknya.
(wk/timw)