Gading Marten heran dengan Aldi Taher yang menggunakan namanya untuk menjual mobil Feroza.
- Jumat, 08 Mei 2026 - 07:32 WIB
WowKeren - Aktor Gading Marten merasa terkejut dan heran setelah mengetahui Aldi Taher menggunakan namanya untuk menjual mobil Daihatsu Feroza seharga Rp 45 juta. Kejadian ini terungkap saat Gading bertemu dengan Aldi di acara Taulany TV dan mempertanyakan unggahan Aldi yang menawarkan mobil tersebut.
Dalam perbincangan tersebut, Gading mengungkapkan kekhawatirannya, "Gue penasaran, gue terakhir lihat Instagram lo, lo jual Feroza atas nama gue," ujarnya kepada Aldi. Ketika ditanya oleh Andre Taulany apakah mobil itu milik Gading, ia langsung menjawab, "Bukan." Hal ini menegaskan bahwa Gading tidak pernah memiliki mobil Feroza yang ditawarkan Aldi.
Gading menjelaskan lebih lanjut bahwa Aldi menggunakan namanya tanpa sepengetahuannya. Ia menambahkan, "Jadi dia jual mobil Feroza, mana gue enggak pernah punya Feroza lagi." Gading juga menyebutkan bahwa Aldi sering mengomentari postingan mobil-mobil tahun 90-an miliknya, dan ia tidak terlalu memikirkan komentar tersebut hingga akhirnya melihat penawaran mobil Feroza tersebut.
Saat menirukan ucapan Aldi, Gading mengatakan, "Tiba-tiba dia jual Feroza dia, 'ini Feroza bekas Gading Marten, Rp 45 juta.'" Hal ini membuat Gading bertanya kepada Aldi, "Lo punya ide darimana pakai nama gue?" Aldi pun mengakui bahwa ia menduga Gading memiliki mobil Feroza karena beberapa kali melihat Gading mengendarai mobil serupa.
Lebih lanjut, Gading menjelaskan bahwa dia sebenarnya tidak pernah memiliki Feroza, melainkan hanya memiliki Suzuki Escudo. Ia juga menceritakan bahwa banyak temannya yang memiliki mobil Feroza dan mereka kerap berkumpul menggunakan mobil tersebut. Ketika Aldi menanyakan tentang keberadaan mobil Feroza milik Gading, ia kembali menegaskan, "Enggak ada," yang menunjukkan bahwa penawaran tersebut memang tidak berdasar.
Insiden ini mengundang perhatian publik, terutama para penggemar Gading dan Aldi. Meskipun situasi ini tampak lucu, namun Gading berharap agar tindakan serupa tidak terulang di masa depan. Ini juga menjadi pengingat bagi publik untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan nama atau identitas orang lain dalam konteks apapun.
(wk/timw)