WOODZ meminta maaf setelah kontroversi rekrutmen staf unpaid untuk konser di Jerman.
- Sabtu, 09 Mei 2026 - 04:33 WIB
WowKeren - WOODZ, penyanyi asal Korea Selatan, baru saja meminta maaf terkait kontroversi yang melibatkan rekrutmen staf tidak dibayar untuk konser tur dunianya. Permintaan maaf ini disampaikan oleh agensinya, EDAM Entertainment, pada 8 Mei 2026, setelah banyak kritik dari netizen mengenai praktik tersebut.
Dalam pernyataannya, EDAM Entertainment mengungkapkan, “Kami telah mengonfirmasi fakta dengan penyelenggara konser lokal mengenai masalah ini,” serta menambahkan, “Kami dengan tulus meminta maaf karena tidak meninjau detailnya dengan saksama sebelumnya.” Mereka juga berkomitmen untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan penyelenggara lokal untuk memastikan semua operasional konser berjalan lancar di masa depan.
Kontroversi ini muncul ketika sebuah pengumuman untuk merekrut staf bagi konser WOODZ di Jerman mulai beredar di dunia maya. Pengumuman tersebut, yang diklaim diunggah oleh seseorang yang mengaku kenalan staf konser, mencari individu untuk menjaga ketertiban di lokasi dan mengelola stan pada hari konser.
Isu utama terletak pada kondisi kerja yang diusulkan. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa posisi yang ditawarkan tidak dibayar, dengan imbalan berupa “makanan disediakan” dan “kesempatan untuk menonton konser.” Pengumuman itu juga menyebutkan perlakuan istimewa bagi mereka yang menguasai bahasa Korea, Jerman, dan Inggris, serta pengalaman di konser K-pop atau pengetahuan mengenai pencahayaan dan suara.
Reaksi negatif dari netizen pun bermunculan, dengan banyak yang mempertanyakan, “Bagaimana mungkin relawan yang tidak dibayar terlibat dalam acara komersial?” dan “Itu namanya eksploitasi.” Beberapa juga bertanya, “Apakah mereka bisa menonton konser dengan baik sambil bekerja?”
Kritik semakin meningkat setelah dilaporkan bahwa harga tiket konser di Jerman mencapai sekitar 420.000 won untuk VIP dan 150.000 won untuk tiket umum. Banyak yang berkomentar, “Mereka memungut biaya tiket tetapi tidak membayar untuk tenaga kerja?”
Orang yang mengunggah pengumuman tersebut mencoba memberikan klarifikasi, mengatakan, “Sepertinya mereka merekrut relawan tidak dibayar sebagai imbalan untuk menonton konser.” Ia menambahkan, “Ini bisa jadi kesempatan baik bagi penggemar artis, jadi kami harap hanya mereka yang tertarik yang melamar.” Namun, catatan bahwa “penerjemahan dibayar” semakin memperburuk reaksi negatif di dunia maya.
Sementara itu, WOODZ memulai debutnya pada tahun 2014 bersama grup UNIQ dan kemudian menjadi anggota grup proyek X1 melalui acara Mnet, Produce X 101. Tahun lalu, lagu “Drowning” miliknya meraih popularitas yang signifikan.
(wk/timw)