LE SSERAFIM kembali menghadapi tuduhan plagiarisme dari penggemar Red Velvet menjelang perilisan album terbaru.
- Selasa, 12 Mei 2026 - 19:36 WIB
WowKeren - LE SSERAFIM, grup K-Pop yang tengah naik daun, kini terjebak dalam kontroversi plagiarisme menjelang perilisan album studio terbaru mereka yang berjudul PUREFLOW. Album ini belum resmi dirilis, namun sudah memicu perdebatan panas di kalangan penggemar setelah teaser dan trailer konsepnya diluncurkan oleh SOURCEMUSIC melalui Weverse. Album ini akan dirilis pada 22 Mei 2026 pukul 1 PM (KST).
Visual yang ditampilkan dalam teaser PUREFLOW mengusung tema gelap dan horor seperti dongeng, yang menjadi penyebab kontroversi ini. Banyak penggemar yang langsung mengaitkan konsep yang ditawarkan LE SSERAFIM dengan Red Velvet, grup yang sudah lama dikenal dengan konsep serupa. Beberapa penggemar merasa bahwa kemiripan ini terlalu mencolok untuk diabaikan, dan mereka mulai mempertanyakan apakah eksekusi LE SSERAFIM bisa menandingi standar yang telah ditetapkan oleh Red Velvet.
Tuduhan plagiarisme ini bukan kali pertama dialami oleh LE SSERAFIM. Sebelumnya, grup ini juga mendapatkan kritik serupa terkait foto konsep untuk debut Jepang mereka yang dianggap terlalu mirip dengan visual teaser Chill Kill milik Red Velvet. Chill Kill sendiri telah menjadi titik acuan dalam debat plagiarisme yang melibatkan beberapa grup lainnya, seperti KiiiKiii, NCT, dan IVE. Sehingga, isu ini tidak hanya menjadi kontroversi bagi LE SSERAFIM saja.
Beberapa cuitan di media sosial menunjukkan reaksi dari penggemar. Salah satu pengguna Twitter menulis, "Mereka tidak bisa menyalin Red Velvet jika mereka tidak bisa bernyanyi seperti Red Velvet". Sementara itu, yang lain menambahkan, "Sekarang mereka ingin menjadi Red Velvet". Komentar-komentar ini mencerminkan ketidakpuasan beberapa penggemar terhadap kemiripan konsep yang ditawarkan oleh LE SSERAFIM.
Perdebatan ini menimbulkan pertanyaan baru di kalangan penggemar K-Pop: Apakah konsep horor dongeng ini adalah tema yang bisa dieksplorasi oleh grup mana saja, atau ada batasan tertentu yang seharusnya dihormati? Sepertinya, pendapat di kalangan penggemar pun terbagi. Beberapa di antara mereka menganggap bahwa kemiripan yang ada sudah terlalu dekat, sementara yang lain berpendapat bahwa dunia K-Pop adalah tempat yang terbuka untuk berbagai eksplorasi kreatif.
Dengan semakin dekatnya tanggal rilis PUREFLOW, tampaknya kontroversi ini akan terus berlanjut. Apa pendapat kalian mengenai kemiripan ini? Apakah kalian setuju bahwa ada plagiarisme yang terjadi atau ini hanya bagian dari kreativitas dalam K-Pop? Mari diskusikan di kolom komentar di media sosial kami!
(wk/timw)