Kasus pelecehan seksual yang melibatkan adik Jisoo BLACKPINK semakin memanas dengan bukti baru.
- Rabu, 13 Mei 2026 - 19:02 WIB
WowKeren - Adik Jisoo BLACKPINK, Mr. Kim, baru-baru ini ditangkap karena dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang streamer perempuan. Di tengah kasus ini, muncul tuduhan tambahan bahwa Kim dan seorang rekannya, Mr. A, mengancam korban dengan mengatakan mereka akan menyebarkan foto-foto tubuhnya. Streamer tersebut kemudian membuat akun Instagram baru untuk merilis bukti lebih lanjut mengenai penganiayaan yang dialaminya.
Dalam akun Instagramnya, streamer itu mengunggah foto lehernya yang dipenuhi hickies dengan keterangan, “Tidak mungkin saya akan setuju untuk meninggalkan bekas seperti itu, terutama menjelang siaran yang akan datang.” Di samping itu, streamer itu juga membagikan teks percakapan tambahan antara dirinya, manajernya, dan Mr. A. Dalam percakapan dengan Mr. A, dia diancam dengan konten yang direkam secara ilegal dan diminta untuk tidak melanjutkan siarannya. Mr. A juga menawarkan dukungan finansial sebagai imbalan.
Berikut adalah isi percakapan antara streamer dan Mr. A:
Streamer: “Apakah kamu bicara tentang siaran pribadiku? Siaran apa?”
Mr. A: “Soop. (Dulu Afreeca).”
Streamer: “Saya mengerti, jadi tolong jangan sebar.”
Mr. A: “Baiklah. Beri saya nomor rekeningmu.”
Streamer: “Saya tidak butuh uang saku. Tolong jangan sebar.”
Mr. A: “Baiklah.”
Pada hari kejadian tersebut, streamer langsung menghubungi polisi. Polisi yang datang ke lokasi juga mengirim pesan langsung kepadanya. Berikut adalah percakapan mereka:
Polisi: “Beri tahu saya unit mana. Ini polisi. [Dihapus]. Bangunan dan unit mana?”
Streamer: “Saya tidak tahu. Itu di lantai 20. Tolong cepat. Saya benar-benar hampir diperkosa. Tolong cepat.”
Polisi: “Dinas pemadam kebakaran dan polisi akan datang bersama.”
Streamer: “Cepat.”
Polisi: “Anda berhubungan dengan pelaku bagaimana?”
Dengan semakin banyaknya bukti pelecehan yang dirilis ke publik, tampaknya streamer tersebut sangat ingin agar Mr. Kim dan Mr. A dihukum atas tindakan mereka. Kasus ini semakin menarik perhatian publik, dan banyak yang berharap keadilan akan segera terwujud.
(wk/timw)