Jungkook BTS menjadi salah satu korban dari sindikat kejahatan siber internasional yang mencuri asetnya.
- Rabu, 13 Mei 2026 - 21:31 WIB
WowKeren - Pada 13 Mei 2026, terungkap bahwa Jungkook BTS menjadi salah satu target dari sindikat kejahatan siber internasional yang melakukan penipuan terhadap individu kaya. Seorang pria berkewarganegaraan Cina yang diduga sebagai otak dari sindikat ini telah diekstradisi ke Korea Selatan dari Bangkok, Thailand, oleh Kementerian Kehakiman Korea bekerja sama dengan Kepolisian Nasional.
Pria tersebut, yang dikenal dengan inisial “A”, berusia 30-an tahun, diekstradisi pada tanggal yang sama setelah sebelumnya seorang rekan sindikat, “B”, juga dibawa kembali ke Korea dan didakwa pada Agustus tahun lalu. Sindikat kejahatan ini diduga beroperasi secara global, dan antara Agustus 2023 hingga April 2025, mereka berhasil meretas informasi pemerintah serta data pribadi individu kaya, termasuk Jungkook dan seorang ketua konglomerat besar.
Melalui data yang dicuri, sindikat ini diduga membuka akun ponsel atas nama korban serta membobol rekening bank dan cryptocurrency mereka. Totalnya, sindikat ini menargetkan 16 individu dan berhasil menggelapkan sekitar ₩38,0 miliar KRW (sekitar $25,5 juta USD). Menurut laporan, sindikat ini mencuri saham HYBE milik Jungkook yang bernilai ₩8,40 miliar KRW (sekitar $5,63 juta USD). Untungnya, agensi Jungkook segera mengambil langkah untuk membekukan aset tersebut sehingga mencegah kerugian finansial yang lebih besar.
Pada Agustus tahun lalu, Divisi Investigasi Siber dari Kepolisian Metropolitan Seoul juga menangkap dua pemimpin sindikat lainnya beserta 16 anggota yang beroperasi baik di dalam maupun luar negeri. Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya untuk memberantas kejahatan siber yang semakin marak, terutama yang menargetkan individu-individu dengan kekayaan tinggi seperti Jungkook.
(wk/timw)