Perdebatan panas merebak setelah pemilihan anggota baru SAINT SATINE, Sakura, memicu kontroversi.
- Kamis, 14 Mei 2026 - 00:09 WIB
WowKeren - Perdebatan sengit muncul di kalangan penggemar setelah HYBE dan GEFFEN memilih Sakura sebagai anggota keempat dan terakhir dari grup girl global baru mereka, SAINT SATINE. Keputusan ini mengundang kontroversi, terutama terkait dengan nama yang digunakan oleh Sakura yang sama dengan anggota LE SSERAFIM, Miyawaki Sakura.
Selama acara World Scout, Sakura dari SAINT SATINE mendapatkan julukan "Kura" dan "Saki" dari penggemar serta peserta lainnya. Namun, julukan-julukan tersebut juga digunakan oleh Miyawaki Sakura dari LE SSERAFIM. Penggemar LE SSERAFIM merasa bahwa penggunaan nama "Saki" bukanlah sekadar panggilan biasa, melainkan merupakan bagian dari identitasnya yang berkembang melalui lagu mereka, "1-800 Hot n Fun".
Salah satu penggemar berkomentar, "‘Saki’ bukan hanya bentuk singkat dari nama Sakura. Itu diambil dari lagu LE SSERAFIM dan merupakan kombinasi dari ‘Sa’ dari Sakura dan ‘ki’ dari Miyawaki." Sementara itu, julukan "Kura" telah digunakan sejak masa IZ*ONE, di mana Miyawaki Sakura juga menjadi salah satu anggotanya. Beberapa penggemar menekankan bahwa kedua nama tersebut merupakan bagian penting dari merek pribadi Sakura dan bukan sekadar julukan biasa.
Seorang pengguna Twitter menulis, "Sakura seharusnya menggunakan nama lengkapnya sekarang setelah HYBE memutuskan untuk memunculkan seseorang dengan nama panggung yang sama. Hal ini sangat tidak bijak." Penggemar lainnya menambahkan, "Sakura telah membangun mereknya dengan nama-nama seperti Saki dan Kkura, yang menjadi bagian dari identitasnya. LE SSERAFIM memiliki lagu bernama ‘Saki’, dan Sakura juga memiliki bisnis bernama Kkurochet.”
Namun, tidak semua orang setuju dengan pandangan ini. Beberapa penggemar berpendapat bahwa reaksi berlebihan terhadap nama tersebut tidak perlu, dan menekankan bahwa julukan tidak dapat dimiliki secara eksklusif. "Jangan marah pada seorang gadis berusia 16 tahun atas nama yang diberikan kepadanya. Itu bukan nama panggung yang diberikan, tetapi nama lahirnya," tulis salah satu penggemar.
Diskusi ini semakin panas karena kedua grup berada di bawah naungan HYBE, membuat tumpang tindih ini sulit untuk diabaikan. Sementara itu, penggemar dari kedua belah pihak terus berdiskusi di media sosial, baik membela idolanya masing-masing maupun menyuarakan pendapat mereka tentang situasi ini.
Berikut video yang diunggah yang menunjukkan reaksi penggemar terhadap kontroversi ini:
Dalam konteks ini, beberapa penggemar LE SSERAFIM juga menyatakan kekhawatiran bahwa nama yang sama dapat mempengaruhi branding kedua artis. Mereka menegaskan pentingnya menjaga identitas unik masing-masing idol di tengah persaingan yang ketat dalam industri K-Pop.
“‘KKURA’ sudah ada sejak zaman IZ*ONE. ‘SAKI’ dalam kanji Jepang (咲) berarti berbunga, yang juga merupakan nama Miyawaki Sakura. Saya paham bahwa nama ini umum, tetapi menggunakan nama yang sama untuk artis yang berbeda dalam satu perusahaan dapat mempengaruhi branding mereka,” tulis seorang penggemar di media sosial.
Di sisi lain, beberapa penggemar dari SAINT SATINE meminta agar penggemar LE SSERAFIM tidak terlalu mempermasalahkan hal ini dan lebih baik mendukung kedua artis, yang pada akhirnya adalah bagian dari industri yang sama. "Lebih baik kita semua bersatu dan mendukung kedua grup daripada terjebak dalam perdebatan yang tidak perlu," tulis salah satu penggemar.
Kontroversi ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan antara nama dan identitas dalam dunia K-Pop, serta bagaimana penggemar dapat memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang hal-hal yang tampaknya sepele. Seiring dengan berjalannya waktu, kita akan melihat bagaimana situasi ini akan berkembang dan bagaimana kedua grup ini akan beradaptasi dengan dinamika yang ada.
(wk/timw)