Jungkook BTS Target Serangan Hacker Internasional, Untungnya Tidak Alami Kerugian
Instagram/Jungkook/Instagram
Selebriti

Jungkook BTS menjadi target kelompok hacker internasional, namun agensinya segera bertindak.

WowKeren - BTS member Jungkook dilaporkan menjadi target kelompok hacker internasional yang mencuri informasi pribadi dan finansial dari selebriti dan individu kaya. Menurut pengumuman dari Unit Investigasi Cyber Seoul Metropolitan Police Agency pada 21 Mei 2026, kelompok ini berhasil ditangkap setelah dituduh mencuri informasi melalui cloning kartu SIM dan pendaftaran ponsel ilegal.

Polisi menjelaskan bahwa antara Mei 2022 dan April tahun lalu, kelompok ini meretas situs web pemerintah, institusi publik, dan situs swasta untuk mengumpulkan informasi pribadi dan finansial. Mereka kemudian diduga melakukan cloning kartu SIM korban atau membuka akun telepon murah ilegal atas nama mereka. Dengan informasi autentikasi yang dicuri, kelompok ini mengakses rekening bank dan akun aset virtual para korban.

Kelompok tersebut dikabarkan menargetkan individu yang sulit merespons dengan cepat, termasuk mereka yang tinggal di luar negeri, bertugas di militer, atau sedang menjalani hukuman penjara. Di antara korban yang dilaporkan termasuk Jungkook, 12 entertainer dan influencer, serta pemilik perusahaan besar dan eksekutif.


Meskipun Jungkook termasuk di antara target, agensinya segera menyadari adanya aktivitas mencurigakan dan langsung mengambil tindakan. Berkat respons cepat tersebut, tidak ada kerugian finansial yang dilaporkan terjadi pada Jungkook.

Polisi mengungkapkan bahwa informasi pribadi dan finansial dari 271 orang telah bocor dalam kasus ini. Di antara mereka, 28 orang mengalami kerugian finansial nyata atau hampir mengalami kerugian. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar 73,4 miliar KRW, termasuk 25 miliar KRW dalam upaya kerugian. Jumlah yang sebenarnya dicuri dilaporkan sekitar 48,4 miliar KRW.

Setelah penyelidikan selama empat tahun, polisi menangkap para pemimpin kelompok tersebut di Thailand dan membawanya kembali ke Korea. Mereka juga berhasil memulihkan sekitar 21,3 miliar KRW dari dana yang dicuri melalui kerja sama dengan lembaga keuangan.

Pihak berwenang berencana untuk mengajukan 32 anggota kelompok, termasuk dua pemimpin asal China, ke kejaksaan dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang tentang Pidana Ekonomi Tertentu yang Dikenakan Sanksi Berat.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait