Kuil Buddha di Busan buka pintu untuk ARMY dengan akomodasi murah menjelang konser BTS.
- Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:31 WIB
WowKeren - Menjelang konser reuni BTS yang dijadwalkan pada 12 dan 13 Juni 2026, sejumlah kuil Buddha di Busan, Korea Selatan, menawarkan akomodasi bagi para penggemar setia mereka, ARMY. Mengingat lonjakan harga hotel yang tidak masuk akal, kuil-kuil ini menyediakan tempat menginap gratis hingga tarif yang sangat terjangkau.
Konser yang menjadi momen bersejarah setelah ketujuh anggota BTS—RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jung Kook—menyelesaikan wajib militer mereka, diharapkan menarik perhatian penggemar dari seluruh dunia. Kuil-kuil terkenal di Busan seperti Beomeo, Naewonjeong, Hongbeop, dan Seonam, serta kuil di kota sekitar seperti Changwon, Yangsan, dan Miryang, berkomitmen untuk menyediakan ruang tidur melalui program yang dikenal sebagai Temple Stay.
Program Temple Stay ini awalnya dikembangkan untuk memperkenalkan kehidupan monastik Buddha dan kini berfungsi sebagai solusi bagi para penggemar yang sulit menemukan akomodasi. Namun, mengingat tempat ini adalah kediaman para biksu dan biarawati, ada beberapa aturan yang harus ditaati oleh para pengunjung yang menginap, seperti menghormati jam malam, menjaga ketenangan, mengikuti jadwal check-in dan check-out, mengenakan seragam kuil, serta berpartisipasi dalam aktivitas komunal seperti meditasi dan mengonsumsi makanan vegetarian.
Dalam pernyataan resmi, Korps Kebudayaan Buddhisme Korea menyatakan, "Konser BTS di Busan adalah daya tarik budaya besar bagi penggemar dari seluruh dunia. Kami ingin membagikan semangat kemurahan hati dan keramahan kuil, serta membantu pengunjung pulang dari Busan dengan kenangan yang hangat." Pernyataan ini mencerminkan niat baik kuil untuk memberikan pengalaman yang positif bagi para penggemar.
Lonjakan harga hotel di Busan sebelum konser ini menjadi perhatian serius. Sejak pengumuman konser pada Januari lalu, banyak hotel menaikkan tarif secara drastis. Sebuah laporan dari surat kabar Chosun Daily mencatat bahwa rata-rata tarif menginap di Busan melonjak hingga 433.999 won (sekitar Rp5,1 juta) per malam, yang merupakan kenaikan 2,4 kali lipat dari tarif normal.
Contoh ekstrem dari lonjakan harga ini terlihat pada penginapan Kelas Melati yang biasanya dikenakan tarif 70.000 won (Rp820 ribu) melonjak menjadi 600.000 won (Rp7 juta) per malam. Kamar tipe studio yang tarif biasanya 57.000 won (Rp670 ribu) bahkan meroket hingga 3 juta won (Rp35 juta) untuk akhir pekan konser. Di sektor motel, tarif juga meningkat rata-rata hingga 3,3 kali lipat, dengan beberapa hotel di Seo-gu menaikkan tarif akhir pekan dari 100.000 won (Rp1,1 juta) menjadi 750.000 won (Rp8,8 juta).
Keadaan ini semakin diperburuk oleh sejumlah hotel yang membatalkan pemesanan lama secara sepihak demi menjual kembali kamar dengan harga tinggi kepada para penggemar luar kota. Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kota Busan menerima lebih dari 90 laporan resmi dalam sebulan melalui sistem pelaporan Organisasi Pariwisata Korea (KTO).
Sebagai respons, Pemerintah Kota Busan melakukan inspeksi mendadak untuk menyelidiki praktik-praktik ini dan mengancam sanksi berat, termasuk audit investigasi pajak bagi pelaku usaha yang terbukti melakukan eksploitasi harga. Selain itu, pemerintah juga meluncurkan kampanye "Fair Lodging Challenge" untuk mendorong pemilik hotel mempertahankan tarif normal demi menjaga citra pariwisata Busan di mata internasional.
(wk/timw)