Ribuan lagu K-Pop, termasuk dari BTS dan BLACKPINK, terlibat dalam pelatihan AI, menimbulkan kontroversi di kalangan penggemar.
- Rabu, 24 Juni 2026 - 12:03 WIB
WowKeren - Dalam perkembangan terbaru yang mengejutkan, diketahui bahwa ribuan lagu K-Pop, termasuk karya dari grup legendaris seperti BTS dan BLACKPINK, digunakan untuk melatih kecerdasan buatan (AI). Temuan ini mencuat di tengah perdebatan yang semakin hangat mengenai penggunaan AI di industri musik, dengan banyak penggemar yang merasa khawatir akan dampaknya terhadap karya para artis.
AI telah menjadi bagian yang semakin besar dalam kehidupan sehari-hari, dan penggunaan teknologi ini dalam musik tidak luput dari perhatian. Beberapa grup K-Pop bahkan mendapat kritik tajam dari penggemar karena dianggap menggunakan terlalu banyak elemen AI dalam rilis terbaru mereka. Salah satu alasan utama protes ini adalah dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pusat data yang membutuhkan banyak listrik dan air, yang pada gilirannya mempengaruhi lingkungan sekitar.
Sebuah laporan dari media The Atlantic mengungkapkan bahwa mereka menemukan beberapa dataset pelatihan AI yang berisi jutaan lagu. Cara kerja AI adalah dengan menganalisis data, termasuk musik, sehingga dapat menghasilkan karya baru ketika diberi perintah yang tepat. Ini berarti AI, dengan prompt yang sesuai, dapat menciptakan lagu yang mirip dengan lagu yang sudah ada, namun dengan beberapa perbedaan kecil.
Contoh konkret dari penggunaan AI dalam musik dapat dilihat pada penampilan sepasang atlet seluncur es yang menggunakan lagu yang dihasilkan AI dalam pertunjukan mereka. Dalam salah satu kasus, lagu “You Get What You Give” digantikan dengan versi yang memiliki lirik “asli” yang sangat mirip, menunjukkan potensi plagiarisme yang mengkhawatirkan.
Dalam pencarian dataset yang dilakukan oleh The Atlantic, mereka menemukan bahwa musik BTS, dengan lebih dari 200 lagu, muncul di beberapa dataset yang ada. Pencarian untuk kelompok K-Pop lainnya, terutama yang memiliki diskografi besar, menunjukkan hasil serupa. Dari sekitar 11 artis yang diteliti, lebih dari 2000 lagu ditemukan di berbagai dataset, menunjukkan bahwa kemungkinan ada ratusan ribu lagu K-Pop yang digunakan untuk melatih AI.
Seperti dalam kasus tim seluncur es tersebut, lagu-lagu yang diciptakan oleh artis K-Pop bisa saja dicuri oleh AI, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan penggemar dan musisi. Situasi ini memicu pertanyaan tentang hak cipta dan keaslian musik di era digital saat ini.
Berikut video yang diunggah mengenai pengalaman seorang musisi terkait penggunaan AI dalam musik:
Dalam menghadapi tantangan ini, banyak artis dan penggemar K-Pop menyerukan agar industri musik lebih transparan mengenai penggunaan AI. Dengan semakin banyaknya lagu yang dihasilkan oleh teknologi, penting bagi semua pihak untuk menjaga keaslian dan integritas seni musik. Diskusi ini menjadi semakin relevan ketika kita melihat bagaimana teknologi dapat memengaruhi cara kita mengonsumsi dan menghargai musik.
Ke depan, diharapkan pihak-pihak terkait, termasuk agensi-agensi musik, dapat mengambil langkah proaktif dalam melindungi hak cipta dan karya seni para artis. Sementara itu, para penggemar di seluruh dunia terus mengawasi perkembangan ini, dengan harapan bahwa musik K-Pop tetap menjadi bentuk seni yang otentik dan mendalam.
(wk/timw)