Mark Lee mendapat kritik tajam setelah pernyataannya tentang kencan dianggap konservatif.
- Selasa, 30 Juni 2026 - 18:32 WIB
WowKeren - Mark Lee, anggota NCT, baru-baru ini menghadapi backlash besar dari netizens setelah sebuah video yang menampilkan pandangannya tentang kencan menjadi viral. Dalam video tersebut, Mark dianggap memiliki pandangan yang sangat konservatif mengenai hubungan, yang memicu berbagai kritik dari warganet.
Kontroversi ini semakin meningkat ketika Mark terlihat mengenakan kaos bertuliskan bendera Konfederasi, yang telah lama menjadi simbol kontroversial di Amerika Serikat. Hal ini menambah daftar panjang tindakan yang dianggap problematik oleh banyak orang terhadap dirinya.
Sebuah klip dari video yang sama juga menampilkan Mark berdiskusi dengan pembawa acara tentang kencan. Ketika Mark bertanya kepada wanita tersebut apakah dia akan mendorong putrinya untuk 'berkencan banyak', dan setelah mendengar jawaban 'tidak', Mark menjawab, 'Maka kamu adalah orang yang sebenarnya.' Ini membuat banyak orang menilai Mark sebagai sosok yang konservatif dalam pandangannya mengenai kencan.
Netizens segera memberikan reaksi negatif terhadap pandangan Mark, menuduhnya memiliki sikap misoginis dan homofobik. Beberapa pengguna media sosial bahkan menyarankan bahwa Mark seharusnya terus diawasi oleh agensinya, mengingat sifat kontroversial dari pandangannya. “Dia adalah seorang Kristen konservatif, jadi ya, dia homofobik dan misoginis, dan sekarang juga secara terbuka rasis,” tulis seorang netizen.
Dalam beberapa komentar, warganet menyatakan bahwa mereka tidak terkejut dengan pandangan Mark, mengingat sebagian besar imigran Korea memiliki keyakinan yang sangat religius, yang sering kali disertai dengan sikap yang sangat menghakimi dan konservatif. “99% imigran Korea sangat religius, yang bisa berarti mereka juga sangat menghakimi dan konservatif,” tulis seorang netizen lainnya.
Meskipun ada kritik yang tajam, tidak semua orang setuju dengan pendapat Mark. Ada yang berpendapat bahwa fokus pada putri dalam konteks pembicaraan tersebut tidak sepenuhnya salah, mengingat pentingnya bagi orang tua untuk memberikan nasihat yang baik kepada anak-anak perempuan mereka tentang kencan, terutama dengan laki-laki. “Ini lebih tentang orang tua yang mendorong anak perempuan mereka untuk berhati-hati, bukan tentang larangan yang toksik,” komentar seorang pengguna media sosial.
Kritik terhadap Mark juga mencakup tindakan-tindakannya yang dianggap tidak pantas, termasuk penggunaan AI untuk membaca Alkitab. Hal ini semakin memperburuk citranya di mata publik. “Jadi, dia mengenakan bendera Konfederasi, menggunakan AI, dan tidak akan membiarkan putrinya berkencan? Apa yang salah dengan dia?” tulis seorang netizen yang mengungkapkan kekecewaannya.
Reaksi dari penggemar dan warganet menunjukkan betapa sensitifnya topik ini, terutama ketika artis K-Pop berinteraksi dengan isu-isu sosial yang lebih besar. Kontroversi ini menunjukkan bahwa para idol K-Pop tidak hanya dinilai dari penampilan dan bakat mereka, tetapi juga dari pandangan dan sikap mereka terhadap isu-isu yang lebih luas dalam masyarakat.
Berikut video yang diunggah yang menampilkan pernyataan Mark:
Di tengah kontroversi ini, penting bagi Mark untuk memperhatikan dampak dari pernyataannya dan tindakan yang diambilnya. Bagaimana dia merespons situasi ini akan sangat menentukan citranya di mata penggemar dan publik secara keseluruhan.
(wk/timw)